

VISI.NEWS|BANDUNG – “Literasi itu seperti pohon, harus bertumbuh!” ujar Ferry Curtis, musisi balada yang juga aktivis literasi nasional, seusai acara “Konser Literasi Indonesia” di Auditorium FPEB UPI Bandung, Kamis (11-12-2025) siang. Konser tersebut diselenggarakan oleh komunitas Gerakan Literasi Nasional “Gareulis” dalam rangka menyongsong program “Talenta”, Januari 2026.
Akar literasi, katanya menjelaskan, harus mampu menghunjam ke dalam sanubari setiap individu lalu mencengkeram dengan kuat. “Setelah itu, perlahan batang pohon literasi ini akan terus bertumbuh besar, bercabang dengan daun-daun yang rimbun. Kemudian dia akan berbunga indah serta menghasilkan buah-buah manis dan menyegarkan,” tutur Ferry.
Ketua GLN “Gareulis”, R. Yulia Yulianti, M.Pd. sepakat dengan penuturan Ferry. Dikatakannya bahwa literasi harus terus bertumbuh terutama di lingkungan keluarga. “Gerakan literasi tidak bisa hanya dilakukan di sekolah. Akarnya justru harus tumbuh kuat di lingkungan keluarga,” katanya.
Sayangnya, literasi di Indonesia belum bertumbuh dengan baik. Literasi, yang dapat dimaknai sebagai pemahaman akan segala sendi kehidupan, masih terpaku pada pemahaman baca dan tulis. “Kita hanya tahu tentang membaca dan menulis, tetapi tidak sampai pada pemahaman tentang apa yang dibaca dan ditulis itu,” kata Ferry lagi.
Sebagai bukti, Ferry mencontohkan peristiwa banjir dan longsor di Sumatra yang menelan banyak korban dan kerugian materil yang besar. Bencana yang diduga akibat deforestasi itu menjadi bukti bahwa manusia-manusia Indonesia belum paham fungsi dan manfaat hutan.l, sejak SD kita sudah membaca tentang erosi, longsor, dan banjir akibat gunung dan hutan yang gundul,” ujar Ferry.
Oleh karena itu, Ferry dan kawan-kawan berusaha memberikan literasi melalui musik karena literasi bukan hanya soal membaca dan menulis. Ferry pun mencoba mengingatkan bahwa media literasi bukan hanya buku. “Musik pun bisa menjadi media literasi. Inilah yang kami lakukan sekarang agar literasi bisa terus bertumbuh,” katanya menegaskan.
Dalam konser di Auditorium FPEB UPI Bandung itu, misalnya, Ferry menyuguhkan lagu ciptaannya “Bumi Kian Meranggas”. Syair lagu itu mengingatkan pendengarnya akan kondisi ‘bumi kita’ yang makin meranggas karena hutan dan gunung dihancurkan.
BUMI KIAN MERANGGAS
Derak gemuruh pohon ditumbangkan
Dengan pongah hutan-hutan kau ratakan
Bunyi debam suara menggelegar
Kala bongkah batuan gunung kau hancurkan
Panas debu udara
menyengat bumi kita
Banjir bandang melanda
buyarkan mimpi anak-anak kita
tak tahu berbuat apa
Waktu kita tinggal seputaran jarum jam saja
Sebelum terhenti terjerembab di jurang dalam
Langkah kita tinggal seberapa saja
Sebelum alam murka mengganjar bencana
Tanah kita, hutan kita, laut kita
Bumi kian meranggas tak ada yang menyangga
: KITA TAK SALING PERCAYA.
(Ferry Curtis 2009)


Selain lagu itu, Ferry yang tampil bersama putranya, Sakti Curtis juga menyuguhkan lagu-lagu literasi yang bertemakan pembangunan karakter seperti “Buku Sahabatku”, “Sahabat Cahaya”, “Mari Membaca”, “Anak Kecil Kehilangan Bendera”, “Anak Muda Indonesia”, dan “Guruku Hebat”.@TKS











