VISI.NEWS | BANDUNG – Peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026, aparat keamanan bergerak penuh. Di Bandung, sebanyak 1.500 personel gabungan dari kepolisian disiagakan untuk mengantisipasi potensi aksi massa, sementara di Jakarta, hampir 25 ribu personel diterjunkan untuk mengamankan rangkaian kegiatan besar May Day tersebut.
Kabag Ops Polrestabes Bandung, Asep Saepudin, menyebutkan seluruh kekuatan dikerahkan, termasuk jajaran polsek. “Sebanyak 1.500 personel standby, berikut juga semua polsek,” ujarnya, kemarin.
Pengamanan difokuskan pada titik-titik strategis, terutama akses keluar-masuk kota. Lima gerbang tol serta jalur arteri seperti Cidadap, Rajawali, Gunung Batu, hingga Cibiru menjadi lokasi penyekatan. Langkah ini diambil menyusul adanya informasi sebagian buruh Jawa Barat akan bergerak ke Jakarta untuk menyuarakan aspirasi.
Petugas tak hanya melakukan penjagaan, tetapi juga pengawalan bagi rombongan buruh yang berangkat. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa peserta aksi. Meski demikian, polisi menegaskan pendekatan yang digunakan tetap humanis.
Hingga kini, belum ada kepastian terkait aksi besar di Bandung. Namun aparat tetap bersiaga di sejumlah titik yang kerap menjadi pusat demonstrasi, seperti Gedung DPRD Jawa Barat, Taman Cikapayang, dan kawasan Gedung Sate. “Belum ada informasi aksi, tapi kami standby untuk mengantisipasi,” kata Asep.
Polisi juga memastikan tidak akan menggunakan senjata api dalam pengamanan. Pendekatan persuasif dikedepankan agar peringatan May Day berjalan aman dan tertib. “Silakan menyampaikan aspirasi, kami siap mengawal,” tegasnya.
Sementara itu di Jakarta, pengamanan dilakukan dalam skala jauh lebih besar. Polda Metro Jaya bersama TNI dan unsur pemerintah daerah menyiapkan total 24.980 personel. Rinciannya terdiri dari 15.575 personel Polri, 6.003 TNI, serta ribuan personel dari pemerintah daerah dan unsur pengamanan lainnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menjelaskan fokus utama adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Rekayasa lalu lintas juga akan diberlakukan secara situasional mengingat potensi kepadatan tinggi.
Wakil Kapolda Metro Jaya, Dekananto Eko Purwono, mengingatkan personel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan, termasuk kemungkinan penyusupan provokator dalam aksi massa.
Peringatan May Day di Jakarta sendiri akan terpusat di dua lokasi utama, yakni aksi unjuk rasa di kawasan DPR/MPR dan perayaan May Day Fiesta di Monumen Nasional. Aksi buruh yang tergabung dalam berbagai aliansi diperkirakan diikuti sekitar 10 ribu orang, sementara acara May Day Fiesta disebut bisa dihadiri hingga 100 ribu massa, termasuk bersama Presiden Prabowo Subianto.
Dengan skala massa yang besar di dua kota, aparat keamanan menegaskan komitmennya menjaga situasi tetap kondusif. Masyarakat diimbau menghindari titik-titik keramaian jika tidak memiliki kepentingan, guna menghindari kepadatan lalu lintas dan potensi gangguan aktivitas.
@uli