VISI.NEWS|BANDUNG Sorotan jelang final Carabao Cup bukan hanya tertuju pada duel Manchester City melawan Arsenal, tetapi juga pada satu nama yang dipastikan tak akan ambil bagian: Marc Guehi. Bek yang baru bergabung itu tersandung aturan kompetisi, memicu perdebatan soal kelayakan regulasi yang berlaku.
Pep Guardiola secara terbuka mempertanyakan logika di balik larangan tersebut. Di tengah pelonggaran aturan cup-tied musim ini, Guehi justru menjadi pengecualian yang tidak diuntungkan oleh perubahan regulasi.
Situasinya berawal dari keterlibatan Guehi bersama Crystal Palace di ajang yang sama sebelum pindah. Ia sudah tampil tiga kali, dan meski aturan baru memperbolehkan pemain membela dua klub dalam satu edisi, ada syarat administratif yang gagal ia penuhi.
Seorang pemain harus didaftarkan sebelum leg pertama semifinal. Tenggat itulah yang terlewat karena proses transfer Guehi rampung setelah batas waktu. Akibatnya, ia tetap berstatus cup-tied meski kebijakan umum sudah lebih longgar.
Guardiola menilai regulasi tersebut tidak selaras dengan semangat perubahan aturan musim ini. Namun pihak penyelenggara bersikeras tidak akan merevisi ketentuan di tengah jalan, apalagi menjelang partai puncak.
“Peraturan kompetisi sudah ditetapkan sejak awal musim dan seluruh klub telah diberi pemahaman mengenai tenggat pendaftaran pemain,” demikian pernyataan dari pihak EFL.
“Integritas turnamen menjadi prioritas utama dan setiap keputusan diambil berdasarkan kerangka aturan yang berlaku sama untuk semua peserta.”
Perbandingan dengan FA Cup ikut memperkeruh diskusi. Di kompetisi itu, Guehi masih diizinkan bermain untuk klub barunya meski sebelumnya tampil bersama tim lain. Tidak adanya batas tambahan selain jendela transfer membuat situasinya berbeda.
Dari sudut pandang City, perbedaan tenggat antar kompetisi domestik terlihat tidak konsisten. Terlebih lagi, ada preseden penyesuaian regulasi musim ini ketika EFL memberikan klarifikasi khusus terkait pemain yang kembali dari masa peminjaman.
Namun untuk kasus Guehi, otoritas liga memilih bertahan pada teks aturan yang ada. Final di Wembley pun akan berlangsung tanpa kehadiran sang bek, sementara perdebatan tentang fleksibilitas regulasi kemungkinan masih akan bergema lama setelah trofi diangkat.@fajar