Firli Bahuri Kembali Dilaporkan ke Dewas, Kali Ini karena Naik Helikopter Swasta

Editor :
Firli menumpangi helikopter berkode PK-JTO./istimewa/via kompas.com.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia ( MAKI) Boyamin Saiman, Rabu (24/6/2020), kembali mengadukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Firli Bahuri ke Dewan Pengawas KPK.

Kali ini, Boyamin mengadukan Firli atas dugaan bergaya hidup mewah karena Firli menggunakan helikopter milik perusahaan swasta dalam perjalanan untuk kepentingan pribadinya dari Palembang ke Baturaja.

“MAKI telah menyampaikan melalui e-mail kepada Dewan Pengawas KPK berisi aduan dugaan pelanggaran kode etik oleh Firli Ketua KPK atas penggunaan helikopter mewah untuk perjalanan dari Palembang ke Baturaja pada hari Sabtu, tanggal 20 Juni 2020,” kata Boyamin, Rabu (24/6), seperti dilansir Kompas.com.

Menurut Boyamin, penggunaan helikopter itu diduga merupakan bentuk bergaya hidup mewah karena dari Palembang ke Baturaja hanya membutuhkan empat jam perjalanan menggunakan mobil.

“Hal ini bertentangan dengan kode etik pimpinan KPK dilarang bergaya hidup mewah, apalagi dari larangan bermain golf,” kata Boyamin.

“Tidak menunjukkan gaya hidup hedonisme sebagai bentuk empati kepada masyarakat, terutama kepada sesama insan komisi,” demikian bunyi poin 27 aspek integritas aturan tersebut.

Diketahui, Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK mengatur bahwa insan KPK tidak boleh menunjukkan gaya hidup hedonisme.

Boyamin pun melampirkan tiga foto yang menunjukkan kegiatan Firli, termasuk saat Firli menumpangi helikopter berkode PK-JTO tersebut.

“Helikopter yang digunakan adalah jenis mewah (helimusin) karena pernah digunakan Tung Desem Waringin yang disebut sebagai Helimousine President Air,” kata Boyamin.

Boyamin juga mempersoalkan Firli yang tampak tidak menggunakan masker saat sudah duduk di dalam helikopter.

Menurut Boyamin, hal itu bukan penerapan protokol kesehatan yang baik di tengah wabah Covid-19.

“Hal ini bertentangan dengan statement Firli yang hanya mencopot masker sejenak ketika ketemu anak-anak untuk menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’. Hal ini bisa diartikan Firli tidak memakai masker mulai ketemu anak-anak hingga naik helikopter,” kata Boyamin.

Baca Juga :  Yana Mulyana, "Kota Bandung Konsen Membangun Budaya Bersepeda"

Sebelumnya, Boyamin juga mengadukan Firli ke Dewan Pengawas KPK atas dugaan pelanggaran protkol kesehatan Covid-19.

Sebab, Firli kedapatan tidak mengenakan masker saat bertemu sejumlah anak-anak dalam perjalanannya ke Baturaja tersebut. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rentetan Kesaksian Tetangga Novel Baswedan soal Air Keras

Rab Jun 24 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Sejumlah pihak menyatakan banyak kejanggalan dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan. Terakhir proses persidangan dua terdakwa menjadi perhatian publik karena dianggap janggal, mulai tidak dihadirkannya saksi-saksi dari pihak Novel, hingga tuntutan ringan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan dalih-dalihnya yang dinilai di luar nalar. Saksi-saksi dari pihak Novel […]