Search
Close this search box.

Flyover Ciroyom Rampung, Pembangunan Flyover Nurtanio Masih Berlangsung di Kota Bandung

Para pengendara melintasi jalan Flyover Ciroyom di Kota Bandung, Rabu (23/10/2024)./visi.news/radar bandung

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pembangunan dua flyover di Kota Bandung, yaitu Flyover Ciroyom dan Flyover Nurtanio, saat ini sedang menjadi sorotan. Flyover Ciroyom telah sukses dituntaskan dan dibuka untuk umum pada Rabu (23/10/2024), sementara Flyover Nurtanio yang terletak di Jalan Garuda masih dalam proses konstruksi. Pembangunan Flyover Nurtanio dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan informasi terbaru dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI & Jawa Barat (Jabar) menyebutkan bahwa proyek ini telah memasuki tahap pengecoran pier head.

“Progres Pembangunan Fly Over Nurtanio, saat ini memasuki tahapan pekerjaan pengecoran Pier Head. Proses ini merupakan salah satu tahap penting dalam pembangunan jembatan layang yang akan mengurai kemacetan di wilayah ini,” tulis keterangan di instagram pupr_jalan_dkijabar dikutip visi.news, Jumat (25/10/2024).

Flyover Nurtanio direncanakan memiliki panjang total 550 meter dan lebar 11 meter. Proyek ini akan menyertakan dua pier yang akan berfungsi sebagai penyangga girder, memberikan fondasi yang kuat untuk struktur jalan layang di atasnya. Dalam pengerjaannya, tim proyek menggunakan teknologi mutakhir dan material beton berkualitas tinggi, yang diharapkan dapat menjamin ketahanan dan keamanan jangka panjang bagi para pengguna jalan.

Meskipun pembangunan flyover ini terus maju, pihak terkait menyampaikan bahwa saat ini proses pembebasan lahan masih berlangsung, yang menjadi salah satu tahap penting sebelum konstruksi dapat sepenuhnya rampung. Keberadaan Flyover Nurtanio diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mengatasi masalah kemacetan di wilayah tersebut setelah selesai dibangun.

“Pembangunan Fly Over ini terus berproses secara pararel baik pekerjaan konstruksinya dan pembebasan lahan ex. Pemkot Bandung melalui Sistem Penyelesaian Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) yang dilakukan oleh tim terpadu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pekerjaan kontruksi di lapangan dengan lahan yang telah tersedia,” lanjutnya. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :