VISI.NEWS | WASHINGTON D.C – Gedung Putih menegaskan bahwa keputusan Presiden Joe Biden untuk mundur dari pencalonan Pilpres AS 2024 bukan disebabkan oleh alasan kesehatan. Meskipun demikian, kantor kepresidenan AS tersebut tidak menampik adanya penurunan kemampuan kognitif pada Biden.
Isu kesehatan Biden mencuat setelah debat perdana Pilpres AS 2024 yang berlangsung pada 27 Juni lalu, di mana Biden tampak kebingungan dan kesulitan menyelesaikan pembicaraannya. Dalam surat pengunduran dirinya, Biden berbicara tentang bangsanya, partainya, dan momen yang dihadapi saat ini. “Ini bukan tentang kesehatan. Saya bisa bilang bukan, bukan itu alasannya,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, seperti dikutip dari RT, Jumat (26/7/2024).
Jean-Pierre menjelaskan bahwa selama beberapa pekan terakhir, Biden mampu menjawab berbagai keraguan tentang kesehatannya. Meskipun berusia 81 tahun, Biden konsisten dalam upayanya mencalonkan diri kembali, meski ada desakan untuk mundur. Jean-Pierre juga mengungkapkan bahwa kegagalan Biden saat debat tersebut disebabkan oleh flu yang parah, bukan masalah kesehatan yang lebih serius.
Jean-Pierre membantah bahwa Gedung Putih berusaha menutupi kondisi kesehatan Biden. Dalam pidatonya pada Rabu malam, Biden menjelaskan keputusannya untuk mundur dari pencalonan. Meskipun berat badannya turun dan perkataannya tidak jelas, Biden tidak menyinggung perkembangan kondisi kesehatannya dalam pidato berdurasi 11 menit tersebut. Biden menjalani karantina selama beberapa hari setelah terpapar Covid-19.
Biden menegaskan bahwa keputusannya untuk mundur didasarkan pada keinginan kuat agar generasi baru melanjutkan kepemimpinan AS. “Saya memutuskan bahwa cara terbaik ke depan adalah dengan meneruskan kepemimpinan kepada generasi yang baru. Itu cara terbaik untuk mempersatukan bangsa kita,” ujarnya.
Biden juga menyatakan dukungan penuh kepada Wakil Presiden Kamala Harris untuk menggantikannya sebagai capres. “Saya harus mempersatukan partai dalam upaya penting ini. Saya menghormati jabatan ini, tapi saya lebih mencintai negara saya,” tuturnya.
@shintadewip