Search
Close this search box.

Gula Berlebihan: Penyebab Utama Masalah Kesehatan Serius dan Penuaan Dini

Ilustrasi makanan bergula./visi.news/fibercreme

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Seiring berjalannya waktu, pengetahuan membuat kita menyadari bahwa gula memiliki efek negatif. Dalam gaya hidup saat ini, gula telah masuk dalam daftar hitam sebagai salah satu penyebab masalah kesehatan serius.

Tidak seindah rasanya, konsumsi gula yang memberikan kenikmatan pada makanan atau minuman dapat membawa seseorang pada kekecewaan. Gula tambahan berpotensi meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan.

Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah serius, seperti resistensi insulin, peningkatan risiko diabetes, hipertensi, kegemukan hingga obesitas, dislipidemia, kerusakan gigi, masalah pada kulit, peningkatan risiko kanker, dan bahkan meningkatkan kemungkinan depresi.

1. Tubuh Lebih Cepat Tua
Seiring bertambahnya usia, sel-sel tubuh manusia mengalami penuaan, dan proses ini berlangsung lebih cepat ketika tubuh mengonsumsi gula berlebihan. Meskipun asupan nutrisi yang baik penting, dampaknya tidak akan signifikan jika gula tetap dikonsumsi dalam jumlah tinggi.

Penuaan tubuh terjadi dari dalam ke luar, mulai dari sel hingga penampilan fisik. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open pada 29 Juli 2024, gula dapat mempercepat proses penuaan di tingkat seluler dalam tubuh manusia.

Penelitian yang melibatkan 342 perempuan ini menunjukkan bahwa penilaian penuaan tidak hanya berdasarkan penampilan wajah yang muda atau kulit yang kencang dan bebas kerutan, tetapi juga ditentukan oleh adanya gugus metil di permukaan molekul asam deoksiribonukleat (DNA), yang berfungsi sebagai penanda kimia untuk kemudaan sel.

“Kami telah mengetahui bahwa tingginya kadar gula tambahan terkait dengan penurunan metabolisme tubuh dan munculnya berbagai penyakit lebih awal. Namun, kini kami menyadari bahwa penuaan epigenetik yang mempercepat proses penuaan tubuh adalah penyebab utama dari kondisi ini,” ungkap Elissa Epel, seorang profesor psikiatri yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Baca Juga :  Jadwal Sholat DKI Jakarta 13 April 2026: Waktu Lengkap & Tips Ibadah

2. Pola Konsumsi Gula Berlebihan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden paling sering mengonsumsi minuman manis saat bersantai, yaitu sebesar 35,1%. Kemudian, konsumsi juga terjadi saat makan, baik saat sarapan, makan siang, maupun makan malam, dengan persentase mencapai 25,7%.

Selain itu, data yang diperoleh dari responden yang dipilih secara acak menunjukkan bahwa 6,5% di antaranya mengaku tidak lagi mengonsumsi gula pada saat diwawancarai.

3. Membangun Kewaspadaan terhadap Asupan Gula Berlebih
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan imbauan untuk mengurangi asupan gula di kalangan orang dewasa dan anak-anak. WHO merekomendasikan agar mengurangi 10% dari total asupan energi sehari-hari, disusul pengurangan lebih lanjut hingga di bawah 5% atau sekitar 25 gram (6 sendok teh) per hari. Hal ini akan memberikan tambahan manfaat bagi kesehatan.

Sebagai gambaran, berikut kandungan gula rata-rata di sejumlah makanan/minuman yang kerap dijumpai dan dikonsumsi sebagai makanan/minuman “ringan”. @berlin

Baca Berita Menarik Lainnya :