Search
Close this search box.

Gunung Fuji Tak Bersalju untuk Pertama Kalinya dalam 130 Tahun, Fenomena Terkait Perubahan Iklim

Gunung fuji tanpa salju./visi.news/panjirakyat

Bagikan :

VISI.NEWS | JEPANG – Gunung Fuji, yang terletak di dekat pantai Samudra Pasifik di prefektur Yamanashi dan Shizuoka, Jepang, biasanya memiliki salju yang menyelimuti puncaknya setiap tahun pada bulan Oktober dan November. Gunung ini juga merupakan bagian dari Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu dan terdaftar sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada 2013. Namun, untuk pertama kalinya dalam 130 tahun, Gunung Fuji tidak memiliki salju di puncaknya pada musim gugur tahun 2024.

Biasanya, salju mulai terlihat di Gunung Fuji pada awal Oktober, tetapi pada tahun ini, badan cuaca Jepang melaporkan bahwa salju pertama baru terdeteksi pada 5 Oktober 2023, meskipun rata-rata salju mulai turun pada 2 Oktober. Bahkan, dalam 130 tahun pengumpulan data salju sejak 1894, ini menjadi kali pertama Gunung Fuji tidak tertutup salju sejak Oktober 2023 hingga Oktober 2024.

Fenomena ini disebabkan oleh cuaca hangat yang mengganggu pembentukan salju, dan banyak ahli cuaca menduga perubahan iklim menjadi penyebab utama. Musim panas 2024 tercatat sebagai yang terpanas dalam sejarah Jepang, dengan suhu rata-rata lebih tinggi 1,76 derajat Celsius dibandingkan normalnya. Angin jet stream yang lebih hangat juga memengaruhi suhu di Jepang, menghalangi udara dingin yang biasanya turun saat musim dingin.

Menurut Climate Central, kelompok riset yang mempelajari perubahan iklim, suhu panas ekstrem ini juga berhubungan dengan gelombang panas global yang disebabkan oleh perubahan iklim, yang mempengaruhi banyak wilayah dunia, termasuk Jepang. Hal ini memperburuk kondisi di Gunung Fuji, yang kini mengalami kekurangan salju sebagai dampak dari fenomena ini. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :