Gunung Tangkuban Perahu Jadi Tempat Pilihan Kompetisi Balap Sepeda TERAS CAF 1st Series

Editor Founder CAF'S Technology & CAF Group, Yanuar Anugrah, dalam Jumpa Pers di Jakarta. /visi.news/eddie karsito
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Untuk merasakan lagi serunya kompetisi balap sepeda, TERAS CAF menggagas ajang kompetisi balap sepeda bertajuk ‘TERAS CAF 1st Series. Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Perahu menjadi tempat pilihan kompetisi balap sepeda TERAS CAF 1st Series, khusus untuk para atlet dan penghobi olahraga balap sepeda gunung DH dan Enduro.

“TERAS CAF 1st Series kita gelar dilatarbelakangi oleh kerinduan para penghobi sepeda gunung Downhill (DH) dan Enduro yang tersebar di Indonesia,” ujar Founder CAF’S Technology & CAF Group, Yanuar Anugrah, dalam Jumpa Pers di Jakarta, Senin lalu.

‘TERAS CAF 1st Series’ akan digelar di kawasan Cikole-Lembang, Bandung-Jawa Barat, selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 2-3 Oktober 2021.

Event race berskala nasional mengikuti regulasi lomba yang ditetapkan Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) dan Union Cycliste Internationale (UCI) yaitu Federasi Balap Sepeda Dunia.

Yanuar Anugrah menjelaskan, dalam kompetisi ini, terdapat 14 kelas yang dilombakan. Mulai dari pra youth, penghobi dewasa hingga atlet profesional.

Kategori kelas yang akan dilombakan terbagi dua, yakni Kelas Prestasi dan Kelas Hobi. Untuk Kelas Prestasi; Men Elite (>19 tahun), Women Elite (>19 tahun), Men Junior (17-18 tahun).

Selanjutnya Kelas Hobi; Men Youth (15-16 tahun), Men Sport A (19-24 tahun), Men Sport B (25-29 tahun), Master Expert (30-44 tahun), Master A (30-34 tahun), Master B (35-39 tahun), Master C (40-44 tahun), Master D (45-49 tahun), Master E (>50 tahun), dan Women Open (>15 tahun).

Atas tingginya antusiasme dan keinginan TERAS CAF untuk melakukan pembibitan rider di masa depan, maka dibuka kelas Exhibition (12-14 tahun). “Kami berkomitmen kuat, dengan melahirkan kegiatan ini untuk mendukung perkembangan olahraga nasional, khususnya di cabang balap sepeda gunung Downhill dan Enduro,” ujar Yanuar.

Baca Juga :  Menjamurnya Komunitas Pecinta Wayang Golek, Bukti Warga Sunda Melestarikan Warisan Budaya

Lebih lanjut Yanuar menyatakan, bahwa dirinya dan seluruh tim menyimpan harapan; “Melalui kejuaraan ini, TERAS CAF mampu melahirkan bibit pembalap baru yang berkualitas dan mampu berprestasi di kancah nasional maupun internasional,” ungkapnya bersemangat.

TERAS CAF 1st Series terselenggara dalam masa pandemi Covid-19. Namun demikian, panitia tetap menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut.

“Kami sangat meminimalisir interaksi peserta dengan menerapkan prosedur online mulai dari registrasi, license check hingga technical meeting,” papar Yanuar.

Sebagai syarat peserta dan official masuk venue adalah wajib menunjukkan bukti vaksin, swab antigen dan Form Assessment Covid-19 saat screening. Peserta dan official akan diberikan gelang tanda pengenal sebagai bukti lolos screening.

“Tetap mematuhi standar Protokol Kesehatan seperti memakai masker dengan baik dan benar, menjaga jarak fisik, dan sering mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Jumlah peserta dan official di area venue akan dibatasi sesuai dengan urutan rundown per kelas,” tegas Dede Dewanthono selaku Event Director menambahkan.

Terkait lintasan Downhill Cikole yang terletak dikawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu yang dijadikan pilihan dari kegiatan TERAS CAF 1st Series ini adalah lintasan favorit khususnya di daerah Jawa Barat, bahkan seluruh Indonesia.

“Lintasan Downhill ini pernah digunakan sebagai lintasan multi event PON dan kejuaraan internasional sekelas Asia Pacific,” ujar Dede Dewanthono.@eddie karsito

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lalamove Perluas Layanan ke Surabaya Guna Mendukung UMKM dan Bisnis Lokal

Kam Sep 30 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Lalamove, perusahaan teknologi yang melayani pengiriman instan (on-demand) di Indonesia memperluas layanannya ke Surabaya karena meningkatnya kebutuhan pengiriman dalam beberapa bulan terakhir, terutama dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan peluncuran baru di kota Surabaya ini, mulai Oktober 2021 sekitar 5000 mitra pengemudi yang terdaftar saat […]