VISI.NEWS | BALEENDAH – Kelompok Terbang (Kloter) pertama jemaah haji asal Kabupaten Bandung akan diberangkatkan pada 27 Mei 2023 dari Lanuma Udara (Lanud) Sulaeman. Sedangkan Kloter terakhir akan diberangkatkan pada 19 Juni 2023. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung H. Abdurohim, S.Ag., M.Si, kepada VISI.NEWS, Jumat (19/5/2023).
“Jumlah jemaah haji Kabupaten Bandung pada musim haji 1444 Hijriah ini ada sebanyak 2571 jemaah. Hari ini, 19 Mei 2023 batas pelunasan terakhir Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), setelah diperpanjang dari tanggal sebelumnya 12 Mei 2023. Alhamdulillah, sampai hari ini semua jemaah insya Allah bisa melunasinya,” ujar Abdurohim.
Hari ini, bakda Jumat ini, katanya, secara administasi kita menuntaskan perpanjangan pelunasan, dan kita tutup. Untuk selanjutnya menyiapkan acara untuk manasik haji masal dan serentak yang akan diikuti oleh 2571 jemaah haji asal Kabupaten Bandung. Tempatnya di Mesjid Al Fathu, Soreang pada tanggal 21-22 Mei 2023.
“Sebelumnya kita juga melaksanakan manasik haji tingkat kecamatan. Untuk kecamatan yang ada 45 jemaah haji atau lebih, maka manasiknya dilakukan secara utuh di kecamatan tersebut. Sedangkan yang kurang dari jumlah tersebut, digabungkan. Jadi, pada manasik yang telah dilakukan itu ada 23 kecamatan utuh dan satu kecamatan yang jemaah hajinya gabungan dengan kecamatan-kecamatan lainnya,” kata Abdurohim.
Lebih lanjut dikatakan, pihak Kemenag Kabupaten Bandung sekarang sedang menyelesaikan Rangkaian Perjalanan Haji (RPH) dan persiapan untuk pemberangkatan Kloter pertama sebanyak 480 jemaah pada 27 Mei 2023 nanti. “Untuk Kloter pertama ini, sudah kita siapkan baik dalam kelengkapan administrasi maupun kesiapan dari para jemaah itu sendiri. Karena kebanyakan pada musim haji sekarang di Kabupaten Bandung belum pernah ke tanah suci. Jadi kami lebih intens melakukan bimbingan dan pengarahan,” katanya.
Selain itu, kata Abdurohim, jemaah haji sekarang selain reguler juga banyak dari lansia. Sehingga pihaknya menekankan kepada kepala regu (Karu) dan Kepala Rombongan (Karom) untuk lebih maksimal dan optimal dalam melakukan pendampingan.
“Pada musim haji tahun ini, jemaah Kabupaten Bandung akan terbagi dalam enam Kloter. Lima Kloter utuh dan yang dua Kloter gabungan,” jelasnya.

Terbang dari Cengkareng
Lebih lanjut, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung itu mengatakan bahwa, jemaah haji asal Kabupaten Bandung setelah dilepas dari Lanud Sulaeman akan menuju Asrama Haji Pondek Gede di Bekasi, kemudian terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. “Sedangkan Bandara Kertajati dikhususkan untuk jemaah haji dari Kabupaten/Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan ditambah Subang dan Sumedang. Diluar wilayah itu, kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat masih ke Bandara Soekarno-Hatta,” ungkapnya seraya menyebutkan bahwa jemaah haji asal Jawa Barat terbagi dalam 96 Kloter.
Abdurohim menyebutkan, untuk pengadministasian sekarang lebih simpel karena untuk pembuatan paspor misalnya bisa dilakukan di kabupaten kota sendiri. “Jadi pemberkasan persyaratannya lebih mudah, dan bisa online,” ungkapnya.
Kepada para jemaah haji, Abdurohim menghimbau, agar mempersiapkan kesehatan sebaik-baiknya terutama jemaah lansia, kemudian segera lengkapi persyaratan yang kurang, dan bekal yang diperlukan selama di Mekkah dan Madinah. “Jangan lupa jangan bawa barang bawaan lebih 32 kilo, tidak boleh bawa senjata tajam, barang cair. Untuk living cost, nanti akan diselesaikan saat manasik haji,” pungkasnya. @mpa/asa