VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menanggapi serius ancaman pembunuhan yang diterima pemain diaspora Persib Bandung, Thom Haye, usai pertandingan panas Persib vs Persija yang digelar pada Minggu (11/01/2026).
Habib menyayangkan adanya ancaman dari oknum suporter terhadap Thom Haye. Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi sarana untuk memperkokoh solidaritas dan mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya.
“Sangat disayangkan adanya ancaman terhadap pemain. Sepak bola itu seharusnya memperkuat solidaritas dan persaudaraan. Persaingan di lapangan hanya berlangsung 90 menit, selebihnya tali persaudaraan antar suporter harus tetap dijaga,” ujar Habib dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Habib menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan verbal, ancaman, ujaran kebencian, dan rasisme tidak memiliki tempat, baik dalam dunia sepak bola maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menilai sepak bola semestinya menjadi ruang pemersatu yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, fair play, serta saling menghormati, baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Rivalitas memang bagian dari dinamika kompetisi, tetapi rivalitas tidak boleh berubah menjadi kebencian personal yang mengancam keselamatan individu. Kritik terhadap permainan itu wajar, namun intimidasi, rasisme, ujaran kebencian, dan ancaman nyawa adalah pelanggaran nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Habib mengajak seluruh pihak, mulai dari suporter, klub, operator liga, hingga aparat keamanan untuk bersama-sama menjaga iklim sepak bola Indonesia agar tetap kondusif dan aman bagi semua pihak.
Ia optimistis, dengan kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama, sepak bola nasional dapat terus berkembang sebagai hiburan yang membanggakan dan inklusif.
“Kami percaya sepak bola Indonesia bisa tumbuh menjadi tontonan yang menjunjung tinggi fair play, persaudaraan, dan rasa saling menghormati,” pungkasnya.
Kasus ancaman terhadap Thom Haye sendiri menjadi sorotan publik dan kembali mengingatkan pentingnya edukasi suporter serta penegakan aturan tegas demi menjaga keselamatan pemain dan masa depan sepak bola Indonesia. @givary