VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azz, di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jaw Barat, sukses menggelar prosesi ijab qobul masal bagi para santri baru dari jenjang SMP IT Azzahra dan PAUD Azzahir pada Minggu (1/6/2025). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi salah satu program unggulan pondok pesantren dalam menyambut tahun ajaran baru 2025/2026.
KH. Dindin Khairuddin, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azz sekaligus Ketua MWCNU Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen awal bagi para santri untuk secara sungguh-sungguh mengikuti kehidupan pesantren. “Ini adalah salah satu langkah awal santri untuk benar-benar mondok dan menuntut ilmu secara istiqomah,” ujarnya.

Menurut KH. Dindin, prosesi ijab qobul masal ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan di lingkungan pesantren. Namun, ia menyebutkan bahwa secara skala dan jumlah peserta, ini adalah kali pertama dalam sejarah Kabupaten Bandung ada pondok pesantren yang mengadakan ijab qobul masal secara serentak dalam jumlah besar.
Kegiatan yang digelar di halaman utama Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azz ini diikuti oleh sekitar 45 santri, terdiri dari 30 santri SMP IT Azzahra dan 15 santri PAUD Azzahir. Para orang tua santri turut hadir dalam prosesi tersebut, menunjukkan dukungan penuh mereka terhadap komitmen anak-anaknya menjadi bagian dari keluarga besar pesantren.
Dalam sambutannya, KH. Dindin juga menyampaikan bahwa pendaftaran santri baru untuk tahun ajaran 2025/2026 resmi ditutup karena kuota sudah terpenuhi. “Alhamdulillah, animo masyarakat luar biasa. Kuota kami sudah penuh untuk tahun ini,” katanya.
Acara ini ditutup dengan amanat dari Ketua Pembina Yayasan Miftahul Huda sekaligus sesepuh pesantren. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya niat tulus dalam menuntut ilmu serta memohon kepada Allah agar para santri kelak menjadi ulama, pemimpin umat, dan insan yang bertakwa.
KH. Dindin menyampaikan rasa haru dan bangganya terhadap antusiasme para santri dan wali santri. Ia berharap, para santri yang telah mengikuti ijab qobul ini akan tumbuh menjadi pribadi yang istiqomah dalam menuntut ilmu dan menjadi generasi penerus ulama yang membanggakan umat dan bangsa.
“Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua, terutama para santri, agar terus istiqomah dalam belajar dan kelak menjadi imam, ulama, dan orang-orang yang bertakwa,” tutup KH. Dindin dalam sambutan penutupnya.
@uli