Indonesia Bertutur 2024: Menggali Warisan Budaya Melalui Kesenian

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Warisan pengetahuan budaya memiliki peran sentral dalam membentuk identitas suatu bangsa. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memahami pentingnya mempelajari dan menghargai warisan budaya untuk masa kini dan masa depan. Dalam semangat “Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan,” Kemendikbudristek akan menggelar Indonesia Bertutur (Intur) 2024.

Intur 2024 bertujuan untuk menggali pengetahuan tentang warisan budaya Indonesia mulai dari masa prasejarah hingga abad ke-15. Acara ini akan menggunakan berbagai wadah, termasuk film, musik, media, dan seni pertunjukan. Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, menekankan pentingnya peran kebudayaan. Warisan pengetahuan dari leluhur bangsa menjadi sumber daya luar biasa untuk memikirkan alternatif solusi bagi kondisi sekarang dan masa depan.

Indonesia Bertutur akan memanfaatkan ragam budaya dan teknologi untuk menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Dengan mengangkat tema “Subak: Harmoni dengan Pencipta, Alam, dan Sesama,” Intur 2024 akan berlangsung pada 7-18 Agustus 2024 di tiga lokasi di Bali: Batubulan, Ubud, dan Nusa Dua. Subak, yang dikenal sebagai falsafah Tri Hita Karana oleh masyarakat Hindu Bali, mengajarkan keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan pencipta. UNESCO juga telah mengakui sistem Subak sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 2012.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, menjelaskan bahwa Indonesia Bertutur adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk memajukan kebudayaan. Festival ini mendorong peran aktif generasi muda dalam melindungi serta memanfaatkan peninggalan sejarah. Lebih dari 900 pelaku budaya dari 15 negara akan berkolaborasi dalam festival ini, memperkaya ekosistem budaya yang berkelanjutan.

Melalui Indonesia Bertutur, kita dapat merasakan kekayaan budaya kita sendiri dan memahami bagaimana kebudayaan dapat terus menjadi sumber kehidupan di masa depan. Semoga acara ini menginspirasi kita semua untuk lebih menghargai dan memperkaya warisan budaya Indonesia.

Baca Juga :  Serap Aspirasi, Wabup Tasik Antar Waktu Rela "Ngendong" di Rumah Warga

@rizalkoswara

Shinta Dewi P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Niat Baik Mualaf Papua: Diduga Membawa Babi untuk Dikurbankan di Masjid

Kam Jun 20 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | PAPUA – Seorang mualaf di Papua memutuskan untuk melaksanakan kurban Idul Adha dengan cara yang tak biasa. Alih-alih membawa kambing atau sapi, dia mengantarkan seekor babi ke masjid untuk dikurbankan. Video momen ini viral di media sosial dan menarik perhatian banyak orang. Dalam unggahan yang dibagikan di […]