Search
Close this search box.

IPB Tekankan Soal Konservasi dalam Pengembangan Kawasan Agrowisata Panenjoan Sukabumi

Bukit Panenjoan, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi yang akan dibangun agrowisata. /visi.news/andri.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUKABUMI – Institut Pertanian Bogor (IPB) diminta turut serta dalam pengembangan kawasan agrowisata di Bukit Panenjoan, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Proyek ini digagas oleh Direktur Utama PT Bogorindo Cemerlang, Au Bintoro.

Guru Besar IPB, Prof. Sudrajat, menyatakan Au Bintoro telah menyusun master plan kawasan tersebut secara komprehensif.

“Kami dari IPB diundang oleh pak Au untuk membantu mengembangkan dalam bidang pertanian, sains dan teknologi, budaya dan seni dalam satu kawasan. Pak Au sudah membuat master plan secara lengkap dan baik dan kami diminta membantu untuk mengimplementasikan, mendetailkan,” ujar Sudrajat, saat meninjau kawasan Panenjoan, Kamis (7/8/2025).

Dia menyatakan dalam masterplannya kawasan ini dibagi dalam berbagai kawasan meliputi kawasan pertanian, peternakan, perikanan, kuliner, hingga museum pertanian. Tak hanya itu, terdapat pula fasilitas health therapy untuk mendukung pemulihan kesehatan secara alami melalui suasana khas perbukitan dengan udaranya yang segar.

Pada dasarnya, kata Sudrajat, IPB mengikuti apa yang telah telah disusun dalam masterplan. Kendati demikian, kepada PT Bogorindo, IPB menekankan pentingnya konservasi lingkungan dalam pembangunan kawasan ini.

“Konsen kami itu konservasi, bagaimana tanah tetap terjaga, kemudian air jangan sampai adanya kegiatan disini membuat yang di bawah itu menderita. Mungkin nanti ada banyak embung-embung kemudian ada rorak-rorak dalam rangka mengkonservasi air dan tanah,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi konservasi, IPB juga memberikan perhatian khusus pada keterlibatan masyarakat. Sudrajat menekankan pentingnya pelibatan masyarakat secara proporsional, melalui pemberdayaan dan pendidikan.

“Masyarakat menjadi kunci didalam keberhasilan pengembangan kawasan ini. Mereka harus dilibatkan tentu dengan keahliannya, maka perlu adanya pendidikan sehingga masyarakat yang ada disini didik tidak hanya keterampilan, tetapi loyalitas, etos kerja, disiplin,” ujarnya.

Baca Juga :  Erin Hadapi Tuduhan, Pilih Lawan Balik Demi Nama

Sudrajat merekomendasikan agar kawasan ini ditanami komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kopi, kakao, kelapa genjah, serta mempertahankan keberadaan pohon karet.

Ditarget Satu Tahun Rampung

Direktur Utama PT Bogorindo Cemerlang, Au Bintoro pembangunan kawasan Agrowisata ini berangkat dari tujuan menjadikan lahan agar lebih produktif. Kawasan itu dirancang tidak hanya untuk tujuan wisata, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Jadi kedepan Panenjoan ini akan dijadikan sebuah tempat sebagai agrowisata sekaligus untuk membangkitkan ekonomi Sukabumi, seperti itulah tujuannya. Konsepnya lebih kepada mengembalikan lahan yang sudah rusak ini ke lahan yang produktif dan sekaligus dijadikan tempat pembelajaran,” ujarnya.

Bintoro menyatakan kawasan tersebut kedepannya namanya menjadi Rejuvill karena sesuai dengan konsepnya yaitu pemulihan, dari kondisi yang tidak baik menjadi baik.

Dia menuturkan, dari total luas kawasan 400 hektar, pengembangan agrowisata akan difokuskan terlebih dulu pada lahan seluas 200 hektar. Saat ini, proses perizinan tengah dilakukan dan diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat. Au Bintoro optimistis bahwa pembangunan bisa selesai dalam waktu satu tahun ke depan.

“Nantinya ada fasilitas kuliner, healing, glamping, rafting, paralayang dan beragam aktivitas lainnya lebih kepada outdoor activites. Adapun keistimewaan yang disajikan agrowisata adalah keindahan alamnya, pemandangannya udaranya yang sejuk,” ujarnya.

Bintoro menyatakan investasi yang dikucurkan untuk proyek pengembangan agrowisata mencapai puluhan miliar rupiah.
Untuk mewujudkan kawasan agrowisata yang rancangan masterplan, PT Bogorindo Cemerlang menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mendukung pengembangan kawasan dari sisi keilmuan dan konservasi.

“PT Bogorindo memiliki lahan sedangkan IPB membantu mengembangkan secara keilmuannya,” pungkasnya. @andri

Baca Berita Menarik Lainnya :