Search
Close this search box.

Jangan Tidur dalam Keadaan Marah, Ini 3 Dampak bagi Tubuh dan Pikiran

Ilustrasi./Shutterstock/kpatyhka

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pertengkaran sebelum tidur seringkali tak terhindarkan, terutama saat obrolan malam berubah menjadi adu argumen. Meski terkesan sepele, ternyata tidur dalam keadaan marah bisa berdampak cukup serius bagi kesehatan fisik dan mental. Para ahli justru menganjurkan agar menjelang tidur, seseorang lebih banyak melakukan aktivitas yang menenangkan, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau bermeditasi.

Namun, apa yang sebenarnya terjadi ketika seseorang membawa amarah hingga ke tempat tidur?

1. Menguras Energi

Psikolog klinis Sabrina Romanoff menyebut bahwa menyimpan emosi negatif seperti marah atau dendam bisa menguras energi. Anda mungkin tetap bisa tidur, tetapi bangun dalam kondisi lelah karena tubuh dan pikiran tidak benar-benar beristirahat. Memaafkan atau menyelesaikan konflik sebelum tidur bisa membantu menjaga energi tetap stabil.

2. Menyimpan Pikiran Negatif Lebih Lama

Sebuah studi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa tidur dalam kondisi emosi negatif membuat otak cenderung mempertahankan memori buruk lebih lama. Saat tidur, otak mengonsolidasikan memori di luar hipokampus ke area korteks, yang membuat emosi negatif makin mengakar dan sulit untuk dilupakan keesokan harinya.

3. Memicu Mimpi Buruk dan Gangguan Tidur

Emosi yang tidak terselesaikan juga bisa mengganggu kualitas tidur. Kurang tidur akibat emosi negatif menyebabkan kesulitan dalam mengelola perasaan, serta meningkatkan respons terhadap pemicu emosional. Ini bisa memicu mimpi buruk hingga gangguan tidur kronis.

Oleh karena itu, jika terjadi konflik di malam hari, sebaiknya usahakan untuk meredakan amarah sebelum tidur. Bukan hanya demi kualitas tidur yang baik, tapi juga untuk menjaga kestabilan emosi dan hubungan yang sehat. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :