Jejak 'Seram' Benny Mamoto, Dari Densus ke Kompolnas

Editor Benny Mamoto ditunjuk menjadi Ketua Harian Kompolnas 2020-2024./via cnn indonesia./hasan alhabshy/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD telah menunjuk Benny Jozua Mamoto sebagai Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Dengan demikian, Benny tidak hanya menjalankan sebagai anggota, tetapi sebagai ketua harian Kompolnas.
Penunjukan ini dilakukan setelah Mahfud dilantik sebagai Ketua Kompolnas di Istana Negara, Jakarta, Rabu pagi (19/8).
“Kita meminta Bapak Benny Jozua Mamoto untuk menjadi dalam jabatan resmi di Keppres namanya sekretaris Kompolnas, tapi kita akan mengubahnya menjadi ketua harian,” kata Mahfud, Rabu (19/8), seperti dilansir CNN Indonesia.
Benny terpilih sebagai anggota Kompolnas usai mengikuti proses seleksi. Purnawirawan polisi berpangkat inspektur jenderal ini lolos dalam proses seleksi Kompolnas mewakili unsur pakar kepolisian.
Dalam perjalanan kariernya, lulusan Akademi Kepolisian 1977 ini banyak bertugas di bidang reserse. Benny pernah menjadi penyidik di Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri hingga Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia.
Kinerjanya yang dinilai baik membuat Komisaris Jenderal (Purn.) Gories Mere mengajaknya bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN). Kala itu Gories menjabat sebagai Kepala BNN.
Benny pun menjadi Direktur Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2009 hingga 2012. Ia kemudian menjadi Deputi Pemberantasan Narkotika BNN selama setahun sejak 2012 sampai 2013.
Benny dikenal banyak menangani kasus besar saat bertugas di Polri maupun BNN. Ia pernah menangani kasus pembobolan BNI senilai Rp1,7 triliun, penyidikan kasus BLBI, hingga memimpin pengungkapan kasus mafia narkoba Freddy Budiman.
Setelah pensiun dari tugasnya di BNN, Benny aktif menjadi dosen dan mengajar di sejumlah universitas termasuk di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.
Pada 2015, Benny Mamoto sempat menjadi calon gubernur Sulawesi Utara. Dia berpasangan dengan David Bobihoe namun kalah.
Benny juga sempat terjun di bidang politik dengan bergabung di Partai NasDem. Saat itu ia dicalonkan dalam pemilihan anggota legislatif dari daerah pemilihan Sulawesi Utara pada Pemilu 2019.
Namun ia kemudian mundur dari NasDem pada Desember 2019 sebagai syarat untuk mengikuti seleksi Kompolnas. Sesuai syarat, calon Kompolnas bukan anggota partai politik. @fen

Baca Juga :  Sekeluarga Tewas Misterius, Polisi Ungkap Temuan Ini

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Nekat Terjun ke Air Sungai Dalam, Anjar Tewas "Tikerelep" di Curug Teduh Tasikmalaya

Rab Agu 19 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Seorang remaja usia 13 tahun bernama M. Anjar Nursasir tewas “tikerelep” (tenggelam) saat berenang di Curug Teduh, Kampung Margacinta, Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (19/8) sore. Sebelumnya, korban diketahui berenang bersama tujuh orang temannya di lokasi yang dangkal. “Korban diketahui bernama M. Anjar […]