Joe Biden Dilantik Jadi Presiden AS ke-46 Pakai Alkitab Berusia Ratusan Tahun

Editor :
Pelantikan joe biden. ©Reuters

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Joseph Robinette Biden Jr diambil sumpahnya untuk menjadi presiden Amerika Serikat ke-46 Rabu siang 20 Januari waktu setempat di Gedung Capitol AS, Washington D.C. Dengan usianya yang 78 tahun, Biden menjadi presiden AS tertua yang diambil sumpahnya.

Sambil meletakkan tangan kirinya di atas Alkitab setebal 15 sentimeter yang sudah bersama keluarganya selama 128 tahun dan dipegang oleh istrinya, Jill, Biden mengangkat tangannya mengucapkan 35 kata sumpah yang dipandu Ketua Mahkamah Agung John G Roberts Jr.

“Saya Joseph Robinette Biden Jr bersumpah dengan sungguh-sungguh akan menjalankan tugas sebagai Presiden Amerika Serikat dan akan menjaga, melindungi, dan mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat sekuat yang saya bisa,” kata Biden tepat pukul 11.49, 11 menit sebelum perpindahan jabatan kepresidenan secara resmi beralih.

Biden diambil sumpahnya tak lama setelah Kamala Devi Harris diambil sumpahnya sebagai wakil presiden AS oleh Hakim Agung Sonia Sotomayor. Harris bersumpah memakai Alkitab yang pernah dimiliki Thurgood Marshall, tokoh pegiat hak sipil dan hakim Mahkamah Agung. Harris menjadi perempuan kulit hitam Amerika pertama dan sekaligus wanita keturunan Asia Selatan yang mempunyai jabatan tertinggi di Amerika.

Dalam pidatonya seusai diambil sumpah Biden berjanji akan membawa semangat persatuan untuk memimpin bangsa Amerika melalui masa yang paling membahayakan dalam sejarah Amerika.

Berbicara di bawah langit musim dingin yang terang seiring salju yang perlahan mencair dan awan tersibak, Biden menyatakan “demokrasi tetap menang” setelah dua pekan sebelumnya massa pendukung mantan Presiden Donald Trump menyerbu Gedung Capitol untuk memprotes hasil pemilu.

“Ini harinya Amerika. Ini harinya demokrasi,” ujar Biden membuka pidatonya, seperti dilansir laman the New York Times, Kamis (21/1).

Pengambilan sumpah presiden dan wakil presiden AS kali ini berbeda dengan tradisi sebelumnya-sebelumnya karena digelar di masa pandemi sehingga jumlah penonton dibatasi. Jutaan warga Amerika menyaksikan acara ini melalui layar televisi di rumah masing-masing.

“Segelintir orang dalam sejarah kita pernah menghadapi tantangan yang jauh lebih sulit dari yang kita hadapi saat ini,” kata Biden.

Donald Trump yang tidak pernah secara resmi mengakui kekalahannya dari Joe Biden meninggalkan Gedung Putih pada Rabu pagi sebelum pelantikan Joe Biden. Trump memutuskan tidak hadir dalam acara pelantikan Biden, sementara Mike Pence, bekas wakilnya, ikut datang bersama keluarga Clinton, Bush dan Obama.@mpa/merdeka.com

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TELAAH: Permasalahan Harta di Dalam Ajaran Islam (1)

Kam Jan 21 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Harta merupakan sesuatu yang bernilai dan sangat diinginkan oleh manusia dan harta merupakan salah satu kebutuhan primer dalam kehidupan manusia dalam mewujudkan kebutuhan ekonomi. Kebanyakan manusia mencari harta semata-mata hanya sebagai sarana untuk mendapatkan kekuasaan serta kehormatan. Dalam Islam, harta adalah segala sesuatu yang dimanfaatkan secara legal […]