Search
Close this search box.

Jusuf Hamka Mundur dari Pilkada DKI: Ahok Ungkap Perubahan Haluan Golkar

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Nama Jusuf Hamka belakangan ikut menghiasi bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Partai Golkar mengusung namanya untuk maju ke Pilgub DKI Jakarta. Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan Jusuf Hamka, yang akrab disapa Babah Alun, tidak jadi terjun ke kancah politik. Hal ini dikarenakan partai pendukungnya disinyalir berubah haluan dan memasang Ridwan Kamil sebagai calon di Jakarta Minggu (4/8/2024).

Di luar hiruk-pikuk politik, Jusuf Hamka dikenal luas sebagai raja jalan tol di Indonesia. Siapa sangka, di balik kesuksesannya, ia pernah menjadi salah satu yang ikut membantu menyelamatkan usaha keluarga pendiri Astra. Sejak berdiri pada tahun 1957, Astra sukses menguasai lebih dari 50% pasar otomotif di Indonesia. Kesuksesan ini memungkinkan keluarga Soeryadjaja, pendiri Astra, untuk memperluas bisnisnya ke sektor perbankan melalui Bank Summa.

Bank Summa, yang dibeli oleh putra sulung William Soeryadjaja, Edward, pada tahun 1988, tumbuh pesat dari aset awal sekitar Rp 200 miliar menjadi Rp 874 miliar. Bank ini berhasil masuk dalam jajaran 10 bank swasta terbaik di Indonesia pada akhir 1990. Namun, kejayaan itu berubah pada tahun 1992 ketika Bank Summa dilanda krisis akibat memburuknya kualitas portofolio pinjaman. Banyak kontraktor yang gagal membayar cicilan, ditambah utang luar negeri yang mencapai Rp 1,5 triliun.

Dalam situasi krisis ini, Bank Summa berada di ambang kehancuran. Bank Indonesia intens mengadakan pembicaraan dengan para pemegang saham untuk mencari solusi. Di sinilah peran Jusuf Hamka menjadi krusial. Ia memberikan pinjaman sebesar Rp 200 miliar kepada William Soeryadjaja untuk menyelamatkan Bank Summa. Langkah ini dilakukan untuk mencegah efek domino yang bisa merugikan perekonomian nasional.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026

Selain Jusuf Hamka, beberapa pengusaha lain seperti Prajogo Pangestu dan Eka Tjipta Widjaja juga ikut memberikan bantuan. Namun, meskipun bantuan mengalir deras, Bank Summa tidak dapat diselamatkan dan izin operasinya dicabut pada akhir tahun 1992. Untuk menyelamatkan uang para nasabah, William Soeryadjaja terpaksa menjual 76% sahamnya di Astra International, yang kala itu merupakan konglomerasi terbesar kedua di Indonesia.

Setelah peristiwa tersebut, nama William Soeryadjaja meredup, sedangkan Jusuf Hamka semakin naik daun sebagai pengusaha. Ia kemudian beralih ke sektor jalan tol dengan memiliki PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP), memperkokoh posisinya sebagai salah satu pengusaha terkemuka di Indonesia.

@rizalkoswara

Baca Berita Menarik Lainnya :