Search
Close this search box.

Kajari Bale Bandung: Jaksa Saya Jangan Sampai Ada yang Ditangkap KPK

Penandatanganan berita acara pengambilan sumpah pejabat baru di lingkungan Kejari Bale Bandung, Jumat (18/12/2020). /visi.news/alfa fadillah

Bagikan :

VISI.NEWS – Kepala Kejaksaan Negeri  (Kajari) Bale Bandung Paryono, S.H., menekankan ke bawahannya untuk bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh serta menjaga suasana kondusif.

“Perlu diketahui bahwa wilayah kerja kita itu sangat luas, dua kabupaten, 47 kecamatan, dua Polres sementara personil yang ada sangat minim,” ungkapnya pada saat pengambilan sumpah tiga pejabat baru di lingkungan Kejari Bale Bandung di Jalan Jaksa Naranata, Jumat (17/12/2020).

Ketiga pejabat baru tersebut, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) As’rini As’ad, S.H.,  Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Andrie Dwi Subianto, S.H., M.H.,  dan Moeslem Hiraki, S.H., sebagai Kepala Subseksi Teknologi Informasi, Produksi Intelejen dan Penanganan Hukum.

Kajari mengatakan, selama setahun ia bertugas suasana wilayah kerjanya terjaga kondusif, termasuk selama berlangsungnya Pilkada Kab. Bandung. “Meski sekarang baru 75℅ proses Pilkada Kab. Bandung tapi pemenangnya sudah ada dan suasana terjaga kondusif. Saya berharap, suasana ini tetap terjaga sampai Pilkada selesai, dan kalau ada masalah hukum, tinggal kordinasi dengan KPU,” ungkapnya.

Selaku orang nomor satu di Kejari Bale Bandung ia tidak mau kalau sampai ada jaksanya yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. “Saya tidak mau kalau sampai ada jaksa saya yang tertangkap KPK. Makanya, bekerja harus kompak, harus bisa bekerja sama dengan baik. Jangan bekerja sendiri-sendiri, karen ke luar harus membawa nama baik Kejari Bale Bandung,” pesannya.

Paryono mengingatkan bahwa pejabat baru di lingkungan Kejari Bale Bandung harus bisa kerjasama baik secara internal dan eksternal agar tidak ada gejolak, begitu juga ia mengingatkan mereka harus bisa bekerja untuk memantau di 47 kecamatan. “Semua pekerjaan harus bisa ditangani, mengingat tenaga kita jauh dari cukup, di intel hanya beberapa orang, begitu juga di pidum masih kurang, sementara pekerjaan dalam satu bulan 100-200 kasus yang harus ditangani. Maka, harus ada strategi khusus agar semua pekerjaan bisa di selesai dengan baik bekerja dengan sungguh-sungguh, dan profesional,” tandasnya.

Baca Juga :  Restitusi Pajak ‘Jebol’, Menkeu Copot Pejabat DJP dan Bongkar Dugaan Kebocoran Triliunan!

Ia mengapresiasi kepindahan ketiganya ke Kejadi Bale Bandung yang dianggapnya merupakan buah keberhasilan di tempat kerja sebelumnya. Begitu juga Kasi Pidum sebelumnya yang sekarang menjadi Kasi Pidum di DKI dan Kasi Intel yang sekarang di PTUL Kejati Banten. “Semua perjalanan karir tersebut buah keberhasilan di tempat kerja sebelumnya. Semua perjalanan karir harus bisa dirasakan, merasakan di Kejati dan Kejari. Untuk mendapatkan posisi puncak dalam istilah kejaksaan kita harus merasakan zig-zag,” ungkapnya.@mpa

Baca Berita Menarik Lainnya :