Search
Close this search box.

Kanada Siapkan Bantuan untuk Kuba di Tengah Krisis BBM Akibat Tekanan AS

Orang-orang menunggu di halte bus setelah Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengumumkan bahwa pemerintahnya akan meluncurkan rencana untuk menghadapi kekurangan bahan bakar saat AS bergerak untuk memblokir pasokan minyak, di Havana, Kuba 5 Februari 2026./source: Reuters.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pemerintah Kanada mengumumkan rencana bantuan bagi Kuba saat negara pulau itu menghadapi krisis bahan bakar yang memburuk akibat kebijakan Amerika Serikat (AS) yang memblokir pasokan minyak ke sana. Krisis energi ini telah menyebabkan pemadaman listrik panjang, kekurangan bahan bakar transportasi, serta kenaikan harga kebutuhan pokok, memicu kekhawatiran akan krisis kemanusiaan.

Dalam pernyataan kepada pers di Ottawa, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyatakan negaranya tengah menyusun paket bantuan untuk Kuba. Ia menegaskan bahwa rencana itu masih dalam tahap awal dan belum siap untuk dirinci kepada publik.

“Kami sedang mempersiapkan rencana untuk membantu. Kami tidak siap pada saat ini untuk memberikan rincian lebih lanjut dari pengumuman,” ujar Anand kepada wartawan, menegaskan komitmen Kanada tanpa membeberkan bentuk bantuan yang akan diberikan.

Tekanan AS terhadap Kuba diperparah setelah pemerintahan Presiden Donald Trump bergerak untuk memblokir seluruh pasokan minyak, termasuk dari sekutu tradisional Kuba seperti Venezuela. Langkah ini makin memperburuk kondisi pasokan energi di Kuba, yang sangat bergantung pada impor minyak. Pemutusan pasokan itu telah mendorong kenaikan tajam harga makanan, transportasi, dan menyebabkan kekurangan bahan bakar yang luas.

Situasi tersebut bahkan membuat beberapa maskapai penerbangan internasional, seperti Air Canada dan WestJet, menghentikan sementara layanan penerbangan mereka ke Kuba karena kekurangan bahan bakar pesawat. Hal ini dilakukan setelah otoritas penerbangan Kuba melaporkan bahwa stok bahan bakar jet hampir habis, memaksa penjadwalan ulang atau pembatalan rute-rute penerbangan.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa jika kebutuhan energi Kuba terus tidak terpenuhi, itu bisa berubah menjadi krisis kemanusiaan yang lebih luas. Pemerintah Kanada sendiri pekan lalu mengatakan pihaknya memantau situasi dengan cermat dan menyatakan keprihatinan atas “increasing risk of a humanitarian crisis” di Kuba akibat kekurangan energi.

Baca Juga :  VISI | Khadijah binti Khuwailid: Businesswoman Sukses yang Percaya pada Integritas

Dilatarbelakangi oleh hubungan diplomatik dan ekonomi yang panjang antara Kanada dan Kuba, Ottawa kini berada pada posisi yang rumit dalam menghadapi ketegangan dengan Washington. Selain isu Kuba, hubungan AS–Kanada juga telah memanas karena perselisihan soal tarif perdagangan, hubungan Kanada dengan Tiongkok, serta retorika Washington terhadap isu geopolitik global lainnya.

Para analis menyebut upaya bantuan Kanada kepada Kuba merupakan langkah diplomatik yang mencerminkan perbedaan pandangan antara kedua negara tetangga itu terhadap penanganan krisis. Ini menunjukkan bagaimana negara-negara “kekuatan menengah” mencoba merespons kebijakan ekonomi dan tekanan politik dari Washington dalam dinamika global yang semakin kompleks.

Kendati demikian, detail bantuan yang akan diberikan Kanada masih belum diumumkan, dan waktu pelaksanaannya belum ditetapkan, sehingga publik masih menunggu langkah konkret dari Ottawa dalam beberapa minggu mendatang. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :