Search
Close this search box.

Kang Asup dan KDI Dianggap Bisa Menyatukan Seluruh Kader Golkar Kab. Bandung

Asep Suparman dan Deding Ishak./visi.news/golkarjabar.com

Bagikan :

VISI.NEWS – Dua nama diantara beberapa nama yang disebut-sebut layak memimpin Partai Golkar Kabupaten Bandung dianggap bisa menyatukan seluruh kader partai yang terpecah-pecah akibat kuatnya tarik menarik kepentingan pada Pilkada lalu. Kedua nama tersebut, Wakil Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Jawa Barat Asep Suparman dan Ketua Umum Majelis Dakwah Indonesia (MDI) yang juga mantan anggota legislatif lima periode Deding Ishak.

“Kang Asup (Panggilan Asep Suparman) orangnya lebih cair, beliau bisa masuk ke semua pengurus partai dari mulai tingkat ranting hingga DPD Kab. Bandung. Saya meyakini Kang Asup bisa mendorong Golkar Kabupaten Bandung kembali berjaya,” ungkap Carsono pengurus ranting Golkar Kabupaten Bandung di Baleendah, Sabtu (19/12/2020).

Menurutnya, Kang Asup, selain wawasan organisasinya yang bagus, dia juga punya advis yang bagus dalam setiap helatan Pilkada di Jawa Barat. “Kang Asup jangan salah orangnya pintar dalam berpolitik, tapi kelemahannya ia selalu mengedepankan hati nurani, lebih kompromis,” ungkapnya.

Kang Asup sendiri kepada VISI.NEWS mengatakan, ia tidak keberatan kalau tuntutan partai mengharuskannya maju sebagai salah satu kandidat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung. “Saya ini tumbuh dan besar di partai. Karakteristik Golkar itu sudah sangat saya kenal, sehingga kalau diminta untuk membuat Golkar Kabupaten Bandung kembali solid, insya Alloh saya tidak akan menolak,” ungkapnya.

Nama lain yang dianggap bisa “menyatukan” Golkar Kabaten Bandung adalah H. Deding Ishak yang akrab disapa KDI. Putra ulama besar di Jawa Barat ini, selain matang secara politik juga dianggap paling bisa menyatukan seluruh kader Golkar di Kabupaten Bandung yang terpecah-pecah.

“Golkar Kabupaten Bandung belum pernah memang dipimpin oleh kader yang kualifikasinya seperti KDI. Bagi golkar sendiri kalau KDI mau mencalonkan sebetulnya sebuah keuntungan karena bisa membuat Golkar Kabupaten Bandung lebih besar dan lebih dikenal di tingkat nasional,” ungkap pengurus MDI Hasyim Rochimi.

Baca Juga :  Kebakaran di Pasar Caringin Bandung, Dua Kios Hangus

Ia menyebutkan, keuntungan lain dari KDI bagi Golkar Kabupaten Bandung juga bisa merangkul para tokoh Islam dan jejaring pesantren, sehingga kansnya sangat besar untuk menjadikan Partai Golkar di Kabupaten Bandung kembali kuat.

“Bahkan untuk pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung ini akan lebih baik kalau dilakukan seperti di pusat dan provinsi, melalui musyawarah mufakat, karena sesuai dengan sila ke-5. Diupayakan musyawarah mufakat, kalau tidak tercapai baru voting,” pungkasnya.

Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kabupaten Bandung rencananya dilakukan pada 24 Desember 2020. Pihak DPD Golkar Jawa Barat sendiri memberikan tengat waktu paling lambat pada akhir Januari 2020, karena daerah-daerah lainnya di Jawa Barat sudah selesai melakukan musda dan sudah terpilih ketua DPD yang baru, kecuali yang melaksanakan Pilkada.@mpa

Baca Berita Menarik Lainnya :