Karang Taruna Desa Tanjungkerta Ikuti Pelatihan Bertema “BBM”

Editor :
Suasan pelatihan Karang Taruna di Desa Tanjungkerta yang mengacu pada protokol kesehatan./visi.news/dok.dwi juli kusmorop.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dalam upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang siap terjun menekuni sebuah profesi dengan keahlian yang dimiliki, Desa Tanjungkerta menggelar pelatihan Karang Taruna yang melibatkan tiga wilayah di desa tersebut.

Ketua Panitia penyelenggara pelatihan Karang Taruna, yang juga Ketua Karang Taruna Desa Tanjungkerta, Ganjar Julian Pratama mengungkapkan, digelarnya pelatihan Karang Taruna ini yaitu untuk mempersiapkan pemuda pemudi dalam menghadapi persoalan kompleks di masyarakat.

“Jadi kita mengadakan pembekalan selama satu hari kepada para pemuda pemudi yang siap terjun untuk menangani masyarakat yang membutuhakn pelayanan Karang Taruna,” katanya di Aula Desa Tanjungkerta, Rabu (8/7).

Dijelaskannya, peserta terdiri atas tiga Kampung, yakni Kampung Godebag, Kampung Cikoranji, dan Kampung Bojongbenteng. Semuanya berada di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Jumlah peserta kami batasi 20 orang. Mengingat diberlakukannya protokol kesehatan,” tandas Ganjar.

Tema yang diusung dalam pelatihan tersebut yakni “Bangkit Berdaya dan Mandiri ((BBM)” Karang Taruna Bakti Desa Tanjungkerta.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungkerta, Supriatna menuturkan, pihaknya sangat menudukung kegiatan Karang Taruna tersebut dalam upaya mewujudkan SDM yang tangguh.

“Kegiatan apa pun namanya kami sangat mendukung. Apalagi ini berkaitan dengan kesiapan Karang Taruna dan melibatkan pemuda pemudi,” katanya.

Di sisi lain, salah seorang narasumber dalam kegiatan tersebut, Dwi Juli Kusmorop mengungkapkan, mempersiapkan mental dengan cara memberi pembekalan secara teori merupakan sebuah terobosan yang efektif dalam upaya menyiapkan SDM yang tangguh.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi dasar bagi para pemuda pemudi yang siap terjun mengelola Karang Taruna di wilayahnya masing masing,” tutur Dwi yang juga Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Dikatakannya, pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Tapi harus ada tindak lanjut berikutnya.

“Kita berharap ada sebuah tindakan konkret dari hasil pelatihan ini,” tandas pemuda yang merupakan aktivis Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya ini. @bik

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pasar Hewan Manonjaya Kembali Buka, Pedagang Lokal Keluhkan Kehadiran Pedagang dari Luar Daerah

Rab Jul 8 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Menjelang Hari Raya Iduladha, setelah beberapa bulan ditutup, Pasar Hewan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (8/6) kembali buka. Para pedagang kembali memadati pasar hewan untuk menjual dagangan hewannya. Bukan hanya pedagang lokal, namun dibanjir juga pedagang dari luar daerah seperti dari Madura, Bali, dan daerah Jawa […]