VISI.NEWS | SUMEDANG – Pemkab Sumedang siap mendukung pembangunan Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung.
Sebab, nantinya Sumedang akan menerima manfaat dengan adanya TPPAS Legok Nangka tersebut TPPAS Legok Nangka sendiri merupakan proyek pengelolaan sampah perkotaan berlokasi di Kabupaten Bandung dengan luas area 90 Ha dan kapasitas 1.853 – 2.131 ton/hari yang bersumber dari enam kabupaten/kota yaitu, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut.
“Tentunya Sumedang siap mendukung terkait proyek TPPAS Legok Nangka itu. Karena Kabupaten Sumedang menjadi penerima manfaat yang luar biasa ketika Legok Nangka ini sudah beroperasi. Kita akan memiliki TPPAS. Namun, masyarakat Sumedang nanti agar bisa memilah sampah mulai dari rumah,” kata Pj Bupati Sumedang ,Yudia Ramli.
Ia katakan itu, saat mendampingi Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dalam penerimaan kunjungan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono di Ruang Rapat Papandayan Gedung Sate, Selasa (5/11/2024).
Ia mengatakan, Sumedang memiliki kapasitas sampah 172.000 ton sampah per tahun.
“Sumedang akan bergabung dengan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi dan lainnya. Nanti TPPAS nya di sana,” tutur Yudia.
Menurut dia, kunjungan Wamen LH tersebut membahas terkait PSEL TPPAS Regional Legok Nangka.
“Jadi nanti pengelolaannya akan bersama-sama dengan kabupaten/kota yang ada di cekungan Bandung dan Kabupaten Garut, di antaranya Sumedang,” katanya.
Wamen LH juga, lanjut dia, membahas keberlanjutan pengelolaan listrik yang dihasilkan dari TPPAS tersebut.
“Nanti hasil listriknya, apakah akan dikelola dengan dikerjasamakan PLN atau MoU terkait dengan penjualan listrik Legok Nangka itu? Tadi membicarakan terkait siapa leading sector dan lainnya. Dan Pak Wamen langsung survei lapangan,” tuturnya
Sementara itu, Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin menjelaskan, pertemuan tersebut untuk mempercepat proses operasi TPPAS Legok Nangka di Kabupaten Bandung berikut Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
“Sebetulnya kami sudah mencari solusi untuk menyelesaikan ini. Dengan kehadiran Pak Wamen LH, bisa lebih cepat. Jadi, rapat ini terkait dengan semuanya. Kalau semuanya beres akhir tahun depan, TPPAS Legok Nangka sudah bisa groundbreaking ,” ujar Bey Machmudin.
Terkait masalah harga produksi listrik, lanjut Bey bukan menjadi persoalan, karena pihak PLN akan bernegosiasi dengan pengelola TPPAS Legok Nangka. Kalau masalah harga, PLN siap bernegosiasi dengan pemgelola TPPAS Legok Nangka.
“Jadi ini masalah penguatan dan perhitungan audit dari BPKP Provinsi Jabar perkiraan dilakukan 2028-2029, apakah listrik over suplai atau masih tidak? Karena kalau masih over suplai, ada aturan khusus lagi. Keputusan mana yang tetap listrik dibeli PLN. Karena kalau tidak bisa dibeli, tipping fee akan lebih mahal,” ujar Bey Machmudin.
Sementara itu, Wamen LH Diaz Hendropriyono mengatakan pertemuan tersebut menguatkan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dalam mengurangi persoalan sampah di Indonesia.
“Kita dari LH sebenarnya sesuai arahan pa menteri LH kita ingin mengurangi sampah di seluruh Indonesia,” ucap Diaz.
Ia menyebut akan melakukan koordinasi dengan beberapa stakeholders agar dapat mempercepat penyelesaian persoalan sampah di Jabar, khususnya Bandung Raya.
“Dalam masa transisi, kita pun lagi menunggu setelah SOTK selesai, kemana kita akan koordinasi. Semoga dengan koordinasi lebih jelas seperti ini, proyek TPPAS Legok Nangka bisa menyelesaikan sampah di Bandung, juga Jawa Barat semuanya. Selain itu, bisa memberikan listrik kepada penduduk Jabar,” ucapnya. @desi