Kasad Jenderal Andika Ucapannya Jadi Kenyataan, Tiga Perwira TNI Dijatuhi Hukuman

Editor Kasad Jenderal Andika Perkasa ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Angkatan Darat menemukan kejanggalan penggunaan anggaran. Pada Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif) dan Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) Gelombang II TA. 2020.

Temuan juga di setiap Depo Pendidikan Latihan dan Pertempuran (Dodiklatpur) ditemukan di seluruh Resimen Induk Kodam (Rindam). Tim Wasev pun langsung melaporkannya kepada Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa. Mendengar laporan itu, Kasad meminta semua anggota yang terlibat mendapat ganjaran sesuai aturan penerapan TNI Angkatan Darat.

Baca juga

GNPK RI Apresiasi Kasad Jenderal Andika Perkasa dalam Pemberantasan Korupsi

Ucapan Kasad Jenderal Andika Perkasa pun menjadi kenyataan. Lantas apa hukuman yang diberikan kepada tiga perwira TNI ini? Melansir dari akun Instagram kodamjayakarta, Rabu (25/8/2021), simak ulasan informasinya berikut ini.

Penyalahgunaan Jabatan

Kodam Jaya melakukan pemeriksaan kepada kesatuan Rindam Jaya, lembaga penyelenggara Pendidikan di Kodam Jaya. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya penyalahgunaan jabatan dan wewenang. Terutama terkait dengan hak siswa.

Sebelumnya, pimpinan TNI AD telah memberikan kebijakan dan perintah untuk tidak ada pemotongan kepada hak siswa. Selain itu juga tidak melakukan pungutan-pungutan kepada siswa di lingkungan Lembaga Pendidikan TNI AD.

Untuk itu, Pangdam menggelar Sidang Penjatuhan Hukuman Disiplin kepada ketiga perwira TNI yang merupakan Pamen Rindam Jaya. Sidang dilaksanakan pada Senin (23/8/2021) di Aula A Yani Makodam Jaya, Jl. Mayjen Sutoyo No 5 Cililitan, Jakarta Timur.

Jatuhkan Hukum Disiplin

Dari pemeriksaan tersebut, patut diingat adanya jabatan dan otoritas. Sehingga diperoleh Pangdam Jaya sebagai Papera atau Ankum Atasan mengambil keputusan untuk menjatuhkan sangsi hukuman kepada ketiga Pamen tersebut.

Penjatuhan hukuman disiplin ini dilakukan demi tegaknya supremasi hukum. Khususnya di lingkungan Kodam Jaya. Ketiga Pamen yang akan dihukum disiplin berasal dari kesatuan Rindam Jaya masing-masing berpangkat Kolonel, Letkol dan Walikota.

Baca Juga :  Update Corona 4 Juli: 62.142 Positif, 28.219 Sembuh, 3.089 Meninggal Dunia

Hukuman Tiga Perwira TNI

Sanksi yang ditujukan terhadap tiga perwira TNI ini bervariasi. Sesuai dengan bentuk kesalahan yang telah dilakukan masing-masing. Baik itu dalam bentuk tersingkir hingga teguran.

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengatakan dalam hal ini Pangdam Jaya berkomitmen mengawal kebijakan pimpinan TNI AD. Dalam menyelenggarakan operasional pendidikan bersih dari segala pungutan pembohong dan pemotongan-pemotongan hak siswa yang dipandang tidak perlu.

“Hukumannya ini bukan pidana,. Hukuman disiplin militer yang minimal adalah teguran. Dan teguran itu ada konsekuensi dari administrasinya juga. Jika mereka tidak mau mengembalikan, baru kejahatan mereka tahu. Sebab, jika hanya dikembalikan saja akan berulang ini. Hukuman ini tadi plus pindah ya, jadi saya ingin masing-masing Kodam merotasi. Langsung merotasi,” sambungnya.@mpa/mdk

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kemenag Garut Dorong Santri Tingkatkan Kualitas Ilmu dengan Melek Teknologi

Kam Agu 26 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendorong santri di pondok pesantren setempat meningkatkan kualitas ilmu dengan melek teknologi digital sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas sesuai tuntutan zaman. “Banyak santri yang memiliki kemampuan digital yang andal, nanti kita ciptakan ‘santriprenership’ jadi ‘entrepreneur’ atau jadi […]