Search
Close this search box.

Kegiatan Padat Karya Harus Memprioritaskan Warga Setempat

Anggota Komisi V DPR RI H. Anang Susanto (pakai batik) dan H. Bambang Hermanto (baju putih) saat meninjau kegiatan padat karya area kerja Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa bagian Barat di Stasiun Kereta Api Rancaekek Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Rabu (21/4/2021)./visi.news/budimantara.

Bagikan :

VISI.NEWS – Anggota Komisi V DPR RI H. Anang Susanto dan H. Bambang Hermanto yang keduanya merupakan Fraksi Partai Golkar mengharapkan dalam kegiatan padat karya pada pekerjaan pembangunan jalur ganda kereta api antar Kiaracondong-Cicalengka tahap I segmen Gedebage – Haurpugur Kabupaten Bandung.

Wajib untuk memprioritaskan warga setempat (putra daerah). Anggota dewan juga berharap, para pekerja yang terlibat dalam kegiatan padat karya, yang sebelumnya non-skill atau tanpa dibarengi keahlian, bisa ditindaklanjuti melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan bersertifikat untuk menjadi pekerja yang memiliki pengalaman di bidangnya.

Hal itu terungkap saat kunjungan Anggota Komisi V DPR RI H. Anang Susanto dan H. Bambang Hermanto pada saat meninjau kegiatan padat karya area kerja Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa bagian Barat di Stasiun Kereta Api Rancaekek Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Rabu (21/4/2021).
Kegiatan peninjauan padat karya anggota dewan itu disambut oleh
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Erni Basri, Direktur Prasarana Perkeretaapian Kemenhub RI Heru Wisnu Wibowo. Jajaran Muspika Rancaekek, dan para pekerja padat karya juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
H. Anang Susanto berharap kegiatan padat karya dapat menolong dan membantu dalam mensejahterakan masyarakat dengan ukuran terbatas. Program padat karya itu untuk membantu ekonomi masyarakat disaat memasuki pandemi Covid-19.
“Kegiatan padat karya ini, tak hanya di bagian kereta api saja, tapi juga di seluruh dinas atau kementerian dengan bagian yang berbeda,” kata Anang Susanto.
Dikatakannya, program padat karya pada proyek pembangunan jalur ganda rel kereta api itu harus bisa dilakukan atau dilaksanakan oleh orang setempat.
“Warga sekitar Rancaekek harus diperhatikan. Termasuk proyek di daerah lain, mempekerjakan warga di sekitar proyek itu juga.Jangan sampai mempekerjakan warga yang kurang skillnya pada kegiatan padat karya di sebuah proyek, misalnya di Rancaekek ini mempekerjakan orang luar, itu tak benar. Yang benar-benar itu, mempekerjakan warga yang dekat dengan sekitar lokasi proyek,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Daycare Banda Aceh Picu Kekhawatiran Orang Tua

Anang Susanto mengungkapkan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 60 miliar untuk kegiatan padat karya di seluruh Indonesia.
“Paling tidak untuk 90 hari kerja,” katanya.
Ia mengatakan, pelaksanaan padat karya di semua kementerian maupun dinas itu bertujuan membantu perekonomian masyarakat supaya berjalan baik dalam keterbatasan.

“Saya juga menghimbau, bukan hanya pekerja non skill yang bisa dipekerjakan, tetapi perusahaan lokal bisa dilibatkan sesuai dengan keahliannya. Itu bisa membantu perekonomian,” ungkapnya.
Anang Susanto tak mengharapkan dalam proyek pembangunan rel kereta api ganda tersebut berdampak pada lingkungan menjadi jelek, misalnya menimbulkan banjir.

“Berharap tidak terjadi banjir dengan adanya pembangunan rel ganda kereta api tersebut. Pembangunan rel ganda kereta api itu dilakukan dengan perencanaan baik dan perencanannya sudah terseleksi,” ungkapnya.

Di tempat sama, Anggota Komisi V DPR RI H. Bambang Hermanto mengatakan, masyarakat Rancaekek bisa terlibat dalam pekerjaan padat karya tersebut. “Kegiatan padat karya ini bagian peran serta pemerintah dalam upaya membantu masyarakat meningkatkan tarap hidup karena Covid-19. Pemerintah dalam hal ini mengharuskan instansi dan kementerian menyiapkan sebagian pekerjaannya mewajibkan padat karya, salah satunya ini (pekerjaan pembangunan jalur ganda kereta api).Padat karya ini bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Bambang Hermanto menuturkan, kegiatan padat karya tersebut diikuti para pekerja yang belum memiliki skill, dan diharapkan kedepannya mereka dilanjutkan ke tahap berikutnya. Nanti kedepannya mereka bisa mendapat pekerjaan lanjutan, dengan pekerja yang sudah mendapatkan pengalaman pada program padat karya.

“Ini untuk pemberdayaan masyarakat. Kedepan, para pekerja padat karya ini dilibatkan terus. Tentunya melalui proses pembinaan dan pelatihan.

Anang Susanto mengungkapkan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 60 miliar untuk kegiatan padat karya di seluruh Indonesia.
“Paling tidak untuk 90 hari kerja,” katanya.
Ia mengatakan, pelaksanaan padat karya di semua kementerian maupun dinas itu bertujuan membantu perekonomian masyarakat supaya berjalan baik dalam keterbatasan.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Senin 4 Mei 2026

“Saya juga menghimbau, bukan hanya pekerja non skill yang bisa dipekerjakan, tetapi perusahaan lokal bisa dilibatkan sesuai dengan keahliannya. Itu bisa membantu perekonomian,” ungkapnya.
Anang Susanto tak mengharapkan dalam proyek pembangunan rel kereta api ganda tersebut berdampak pada lingkungan menjadi jelek, misalnya menimbulkan banjir.

“Berharap tidak terjadi banjir dengan adanya pembangunan rel ganda kereta api tersebut. Pembangunan rel ganda kereta api itu dilakukan dengan perencanaan baik dan perencanannya sudah terseleksi,” ungkapnya.

Di tempat sama, Anggota Komisi V DPR RI H. Bambang Hermanto mengatakan, masyarakat Rancaekek bisa terlibat dalam pekerjaan padat karya tersebut. “Kegiatan padat karya ini bagian peran serta pemerintah dalam upaya membantu masyarakat meningkatkan tarap hidup karena Covid-19. Pemerintah dalam hal ini mengharuskan instansi dan kementerian menyiapkan sebagian pekerjaannya mewajibkan padat karya, salah satunya ini (pekerjaan pembangunan jalur ganda kereta api). Padat karya ini bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Bambang Hermanto menuturkan, kegiatan padat karya tersebut diikuti para pekerja yang belum memiliki skill, dan diharapkan kedepannya mereka dilanjutkan ke tahap berikutnya. Nanti kedepannya mereka bisa mendapat pekerjaan lanjutan, dengan pekerja yang sudah mendapatkan pengalaman pada program padat karya.

“Ini untuk pemberdayaan masyarakat. Kedepan, para pekerja padat karya ini dilibatkan terus. Tentunya melalui proses pembinaan, pelatihan dan bersertifikat, misalnya dalam bidang kontruksi. Saya mendorong dan mendukung seluruh kegiatan, program yang sudah dicanangkan. Saya berharap pekerjaan dan pembangunannya tepat waktu,” tuturnya.

Ia mengungkapkan trak ganda pembangunan rel kereta api adalah untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat antar daerah, anyar provinsi.

“Distribusi barang dan penumpang cepat, otomatis pertumbuhan ekonomi akan naik dengan sendirinya,” pungkasnya.@pih/bud

Baca Berita Menarik Lainnya :