Keistimewaan Hajar Aswad yang Membuat Pencurinya Masuk Islam

Ilustrasi./alarabiya.net/ist.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Batu Hajar Aswad memiliki banyak keutamaan. Begitu istimewanya batu ini hingga membuat peneliti asal Inggris Richard Francis Burton mencurinya.

Namun, selanjutnya ia justru masuk Islam setelah meneliti batu surga yang dicurinya itu. Hajar Aswad merupakan batu surga disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. Ia bersabda, “Hajar Aswad diturunkan dari surga, warnanya lebih putih dari susu, dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.”

Min Muhammad dalam bukunya Magnet Umrah menerangkan, Hajar Aswad adalah batu rubi bundar yang berwarna hitam dan berlubang. Ia terletak di sudut tenggara Kakbah atau sebelah kiri Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Kakbah). 

Tinggi batu sekitar 150 cm berada di atas tanah. Batu ini mempunyai lingkaran sekitar 30 cm dan garis tengah 10 cm lebih besar dari lingkaran wajah manusia. 

“Karena itulah orang yang ingin mencium batu ini harus memasukkan mukanya ke dalam lubang itu. Kepala yang besar pun dapat dimasukkan ke dalam lubang Hajar Aswad,” katanya.

Menurut banyak riwayat, antara lain Said bin Jubair r.a., dari Ibnu Abbas dari Ubay bin Ka’ab r.a., menerangkan Hajar Aswad dibawa turun oleh malaikat dari langit ke dunia. Seorang ahli sejarah dan penulis pertama sejarah Mekah, Abu Al-Walid Muhammad bin Abdul bin Ahmad Al-Azraki (224H/837M) juga berpendapat demikian.

Beliau menyatakan tidak ditemukan informasi yang jelas tentang siapa yang meletakkan Hajar Aswad itu pertama kali di tempatnya di Kakbah, apakah malaikat atau Nabi Adam a.s. Dalam penelitian lainnya terungkap batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengembang di air. @fen/ihram.co.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Saat Negara-negara Arab Kutuk Serangan Macron Atas Islam

Ming Okt 25 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Stereotip dan kebencian terhadap Islam tampak diperlihatkan sangat jelas oleh sejumlah pemimpin Barat termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sejumlah negara Arab pun mengutuk penghinaan Prancis terhadap agama Islam dan Nabi Muhammad saw. Karena, penghinaan yang dilakukan secara terus-menerus tersebut dapat memicu kebencian di masyarakat dunia. Seperti […]