Kembali Dibuka, Ini Protokol Bagi Pangkas Rambut dan Salon di Arab Saudi

Pangkas rambut di Arab Saudi
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan (MMRA), Arab Saudi, pada Minggu (21/6/2020) mengeluarkan protokol untuk memulai kembali kegiatan bisnis di pangkas pria dan salon wanita di Kerajaan Arab Saudi, Saudi Press Agency melaporkan.

Protokol mencakup pedoman, persyaratan dan ketentuan untuk perlindungan pelanggan dan karyawan. Pedoman ini juga memiliki ketentuan antrian untuk menghindari berkumpulnya pelanggan. Pelanggan harus menunggu di luar toko untuk giliran mereka dan mematuhi norma-norma sosial jarak yang wajib. Pekerja juga diarahkan untuk sering mencuci tangan dengan sabun dan air hangat.

Protokol juga menekankan penggunaan alat keselamatan dan perlindungan diri (APD) termasuk masker dan sarung tangan, pelindung wajah / kacamata, jas lab tukang cukur, jaket kain, jaket plastik dan tali leher.

Protokol menekankan sejumlah persyaratan yang berkaitan dengan kebersihan di tempat pangkas rambut. Termasuk membersihkan dan mendisinfeksi seluruh ruangan toko setiap dua jam, membersihkan dan mendisinfeksi toko sebelum pembukaan, memastikan sabun tangan tersedia di toilet dalam jumlah yang cukup; alat dan peralatan cuci dengan air panas, sabun dan disinfektan setiap hari dan berulang kali.

Kementerian juga mengatakan, pekerja di salon  harus menggunakan alat baru untuk setiap pelanggan yang harus dilayani oleh satu pekerja. Layanan yang disediakan di pangkas rambut dan salon telah dibatasi hanya untuk potong dan cukur rambut. Pijat tubuh dilarang. Protokol juga menganjurkan pelanggan untuk membawa alat cukur sendiri.

Pekerja di salon kecantikan wanita harus memberi tahu klien tentang pentingnya mencuci rambut terlebih dahulu.

Persyaratan juga termasuk membatasi komunikasi tatap muka dengan klien, mencegah pertemuan di dalam salon, membatalkan penggunaan perangkat membaca sidik jari (finger print) untuk merekam kehadiran karyawan wanita dan menggunakan metode alternatif absensi untuk mencegah pelanggan membawa teman ke salon, dan membuatnya wajib bagi toko / salon untuk mengambil data pelanggan (nama dan nomor ponsel) untuk tujuan referensi.

Langkah-langkah ini juga termasuk penggunaan pelindung wajah atau face shield selama mencuci dan membersihkan rambut serta kulit juga menghapus semua layanan pijat atau mandi uap di salon.@mpa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PSBB di Kecamatan Selaawi Garut Dipastikan Tak Diperpanjang

Sen Jun 22 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang selama ini diterapkan di wilayah Kecamatan Selaawi dipastikan tidak akan diperpanjang. Hal itu diungkapkan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Selaawi, Ridwan Effendi, Minggu (21/6). Ridwan yang juga Camat Selaawi ini menyebutkan, tidak akan diperpanjangnya penerapan PSBB di wilayahnya ini sudah […]