Search
Close this search box.

Kemenag Buka Program Bantuan Operasional untuk 10 Lembaga Hisab Rukyat Tahun 2024

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) telah mengumumkan pembukaan program Bantuan Operasional untuk 10 Lembaga Hisab Rukyat di seluruh Indonesia pada tahun 2024. Program ini menyediakan dana sebesar Rp50 juta untuk setiap lembaga yang terpilih. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung dan memfasilitasi pengembangan hisab rukyat di tanah air.

Proses pengajuan permohonan bantuan ini dibuka mulai tanggal 8 Juli hingga 18 Juli 2024. Selama periode tersebut, lembaga-lembaga hisab rukyat diharapkan dapat mengajukan proposal mereka untuk mendapatkan bantuan. Pengumuman penerima bantuan akan dilakukan pada 19 Juli 2024. Setelah itu, tahap verifikasi dan pencairan bantuan akan dilakukan secara bertahap mulai 22 Juli 2024.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, menjelaskan bahwa program bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan hisab rukyat di Indonesia. “Kita memberi bantuan kepada 10 lembaga hisab rukyat sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan. Sebab, layanan hisab rukyat sangat berkaitan erat dengan ibadah yang kita lakukan,” kata Adib di Jakarta pada Rabu, (10/7/2024).

Lebih lanjut, Adib menekankan pentingnya hisab rukyat dalam praktik ibadah umat Islam di Indonesia. Layanan hisab rukyat memainkan peran penting dalam menentukan awal bulan Hijriyah, termasuk bulan Ramadan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan hisab rukyat akan sangat berkontribusi pada pelaksanaan ibadah yang lebih baik dan tepat waktu.

Eks Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat tersebut menambahkan bahwa bantuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap ilmu falak. Ilmu falak atau astronomi Islam adalah cabang ilmu yang mempelajari posisi benda-benda langit dan pergerakannya, yang sangat penting dalam penentuan waktu ibadah dan kalender Hijriyah.

Baca Juga :  Lansia Wajib Kerja Lagi? Pemerintah Buka Peluang Besar di Dunia Industri

Selain itu, Adib berharap bahwa program ini dapat mendorong lebih banyak lembaga hisab rukyat untuk meningkatkan kapabilitas dan fasilitas mereka. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi yang akurat mengenai penentuan waktu ibadah dan peristiwa-peristiwa penting dalam kalender Islam.

Kemenag berharap bahwa program ini akan menjadi langkah awal dalam upaya peningkatan layanan hisab rukyat di Indonesia. Dengan dukungan yang diberikan, lembaga-lembaga hisab rukyat diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam memberikan layanan terbaik bagi umat Islam di Indonesia.

@rizalkoswara

Baca Berita Menarik Lainnya :