Kemenag dan Asosiasi Bahas RPMA Umrah di Masa Pandemi

Editor Kemenag dan Asosiasi membahas RPMA umrah di masa pandemi./kemenag/go.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kementerian Agama membahas kelanjutan Rancangan Peraturan Menteri Agama (RPMA) tentang Penyelenggaraan Umrah di masa Pandemi. Setelah sebelumnya dibahas di internal, RPMA dibahas bersama dengan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Rakor dibuka Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar. Hadir, lima asosiasi PPIU, yaitu Amphuri, Himpuh, Kesthuri, Asphurindo, dan Sapuhi.

“Kehadiaran RPMA ini untuk kepentingan umat. Kita sebagai regulator, perlu mendengar masukan dari asosiasi PPIU agar aturan bisa disepakati bersama. Sebab, pelakunya adalah PPIU. Kalau sudah ada kesepakatan bagus,” pesan Nizar di Depok, Selasa (13/10), seperti dilansir kemenag.go.id.

Nizar berharap tim pembahas dan perumus RPMA ini bisa mengidentifikasi beragam kemungkinan kondisi yang perlu diatur dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Nizar mencontohkan, kemungkinan akan ditemukannya vaksin.

“Misalnya jika November atau Desember ada vaksin yang efektif, bagaimana penerapan protokol kesehatannya?,” ujarnya membuat permisalan.

“Apakah jika jemaah sudah suntik vaksin, mereka tetap perlu karantina?,” lanjutnya.

Menurut Nizar yang juga Plt Sekjen, pihaknya juga terus memantau dan mengkomunikasikan dinamika penyelenggaraan umrah di masa pandemi dengan perwakilan Indonesia di Saudi, baik Dubes RI di Riyad maupun Konsul Haji KJRI di Jeddah.

“Informasi yang saya dengar, saat ini Diwan Malaki Saudi sudah mulai menggodok sejumlah negara yang akan diberi izin masuk. Mereka juga sedang membahas terkait protokol kesehatan,” tuturnya.

“Belum ada bocoran dari Saudi. Kami berharap segera terbit regulasi protokol kesehatan Saudi sehingga bisa diadopsi dan adaptasi dalam regulasi Indonesia. Kita masih melihat kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi,” tandasnya.

Pembahasan RPMA Penyelenggaraan Umrah di masa Pandemi ini juga menghadirkan narasumber dari Kemenlu, BNPB, Kemenhub, dan Kemenkes. Pembahasan ini diikuti perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait. @fen

Baca Juga :  Pameran Lukisan Dialog Alam Mimpi "Hypnagogia" pada Pameran Dedi Suherdi di YPK BandungĀ 

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Spiritualitas Rendah Picu Penyalahgunaan Napza, Perlu Peran MUI

Sel Okt 13 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Merebaknya kasus penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif (napza) akhir-akhir ini selalu dikaitkan dengan kurangnya nilai spiritualitas pada diri pecandunya. Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, Dr Zahrotun Nihayah, MSi, menjelaskan faktor spiritualias merupakan inti dari adanya faktor-faktor lain yang juga mendukung dalam kasus kecanduan napza ini. […]