VISI.NEWS | BANDUNG – Meneteskan air liur saat tidur atau yang dikenal dengan istilah ‘ngiler’ kerap dialami banyak orang. Meski terkesan sepele, fenomena ini ternyata memiliki penjelasan medis yang cukup menarik.
Mengutip laman Sleep Foundation, ngiler saat tidur umumnya adalah kondisi normal. Tubuh secara alami terus memproduksi air liur sepanjang hari, mengikuti ritme sirkadian, lebih banyak saat siang dan lebih sedikit saat malam. Namun saat tidur, air liur tetap dihasilkan meski dalam jumlah yang lebih rendah.
Air liur sendiri penting untuk menjaga kelembapan mulut dan tenggorokan. Tetapi, bila menetes berlebihan saat tidur, bisa memicu bau mulut dan dehidrasi ringan.
Beberapa penyebab umum ngiler saat tidur di antaranya:
1. Posisi Tidur
Tidur menyamping atau tengkurap membuat air liur lebih mudah keluar dari mulut. Sebaliknya, tidur terlentang cenderung menahan air liur di dalam mulut.
2. Infeksi dan Alergi
Flu, radang tenggorokan, atau alergi bisa menyebabkan hidung tersumbat sehingga bernapas lewat mulut. Hal ini merangsang air liur lebih banyak keluar.
3. GERD (gastroesophageal reflux disease)
Penderita GERD sering mengalami kesulitan menelan dan produksi air liur meningkat sebagai respons tubuh.
4. Sleep Apnea
Gangguan tidur yang menyebabkan napas terhenti sesaat ini juga sering membuat penderitanya bernapas lewat mulut—memicu air liur keluar.
5. Kondisi Medis Tertentu
Beberapa penyakit neurologis seperti stroke, cerebral palsy, hingga cedera otak bisa menyebabkan produksi air liur berlebih.
Meskipun seringkali tak berbahaya, ngiler yang terjadi terus-menerus bisa menjadi indikasi gangguan kesehatan yang perlu dikonsultasikan ke dokter, terutama bila disertai gangguan tidur lainnya. @ffr