Search
Close this search box.

Kerawanan Sosial di Desa Kopo Sudah Tertanggulangi Lebih dari 90%

Kepala Desa Kopo Kecamatan Soreang, Entang./visi.news/ki agus.

Bagikan :

VISI.NEWS – Warga miskin yang menerima bantuan terdampak Virus Corona (Covid-19), dikatakan Kepala Desa Kopo Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, H. Entang S., sudah mencapai 90% lebih, artinya hanya sebagian saja warga yang memerlukan perhatian secara personal.

Entang tidak ragu merogoh kantongnya sendiri untuk memenuhi kekurangan tersebut, prinsipnya dengan cara apa pun dia menginginkan warganya bisa merasa aman dan nyaman di masa pandemi ini.

“Prioritas saya selaku Kepala Desa, bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pengabdian,” katanya di ruangannya, Kamis (16/7/2020).

Untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), disebutkannya, memang nilainya sebesar Rp 600 ribu, dan itu harus dibagi lagi menjadi dua atau tiga bagian bagi warga yang tidak mendapatkan bantuan, tapi dengan cara mengetuk hatinya, agar bisa ridho dan ikhlas saat berbagi.

Demikian juga dikemukakan Entang, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Keluaraga Penerima Manfaat (KPM), semua bisa terkendali sesuai dengan harapan, sementara bagi warga Miskin Baru (Misbar) dan warga korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), saat datanya lengkapnya masih belum diterima dari Puskesos.

Dia yakin setiap permasalahan pasti ada solusinya, dan dia tak mau bila ada permasalahan di Desanya terus berlanjut. Upaya penyelesainnya dengan cara dipanggil ke Kantor Desa, selanjutnya dilakukan musyawarah agar secepatnya selesai.

Entang menambahkan, untuk jumlah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) hanya tinggal 2 unit saja. Artinya akan secepatnya bisa terselesaikan dengan segera berkat terbinanya komunikasi yang harmonis antara aparatur desa dengan masyarakat.

Diakuinya untuk penanggulangan masalah sosial, dia juga menerima dari donatur-donatur yang turut peduli dengan keadaan di masa pandemi ini. Hal itu jelas bisa meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Baca Juga :  Jalan Sukabumi–Cianjur di Sukalarang Jadi Titik Langganan Banjir

“Karena jadi Kepala Desa harus bisa menjadi Indung untuk berlindung, dan menjadi Bapak untuk menuntun, sehingga bisa tercipta sinergisitas antar pihak. Begitu juga dalam membangun lebih mengedepankan kekeluargaan serta kegotong royongan,” ujarnya. @qia.

Baca Berita Menarik Lainnya :