Search
Close this search box.

Ketua Komisi C: Biaya Buang Sampah Puluhan Milyar

Ketua Komisi C DPRD Kab. Bandung, H. Yanto Setianto./visi.news/ki agus.

Bagikan :

VISI.NEWS – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar, H. Yanto Setianto, di ruangannya, Senin (2/8/2021), mengatakan, anggaran pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mencapai Rp 30 miliar dari total Rp 77 miliar pada APBD 2021.

Saat membahas anggaran tersebut di Rapat Evaluasi Semesteran Komisi, Rabu kemarin (28/7/2021), yang dikelola Bidang Pengelolaan Sampah, bisa bakal membengkak lagi bila Tempat Pembuangan Ahir (TPA) sampah Sarimurti sudah tutup dan dialihkan ke TPA Legoknangka.

“Selain itu TPA Legoknangka sudah mematok tipping fee untuk Kabupaten Bandung sebesar 30 miliar di setiap tahunnya, belum lagi mengganti truk-truk yang rusak,” katanya.

Alasannya, lanjut dia, karena perjalanan ke Legoknangka dengan tanjakan di atas ketinggian 15 derajat itu pastinya memerlukan truk-truk yang masih baru agar dalam pelayanan sampah bisa maksimal.

Untuk itu Komisi C mendesak DLH agar segera memikirkan untuk memiliki TPA sampah sendiri, “Daripada Rp 30 miliar hanya untuk tipping fee lebih baik cari tanah murah di pinggiran. Dengan biaya beberapa milyar saja kita sudah bisa memiliki fasilitas Pengolahan sampah sendiri yang memadai, jadi biaya besarnya cukup sekali saja,” ujar Yanto.

Dia mengilustrasikan, biaya tipping fee Rp 30 miliar/tahun itu, nanti bisa dimanfaatkan untuk mensejahterakan warga Kabupaten Bandung atau membangun fasilitas kesehatan, pendidikan dan insentif para ketua RT/RW atau yang lainnya.

Disamping menyoroti masalah masalah mahalnya biaya membuang sampah Komisi C juga sangat kecewa dengan kinerja beberapa OPD. Pada semester 1 tahun 2021, serapan anggaran sangat minim bahkan tidak realistis.

“Salah satu contoh salah di bidang yang memiliki anggaran Rp 92 miliar baru terserap sekitar 4 miliar, bidang lainnya ada yang punya anggaran Rp 18 miliar baru terserap selama 6 bulan sebesar Rp 700 juta.

Baca Juga :  May Day 2026, Sarbumusi Sukabumi Soroti Fasilitas Ibadah di Pabrik hingga Jeratan Rentenir

“Ini jelas sangat keterlaluan jadi mereka kerja apa selama enam bulan itu, sedangkan tunjangan kinerja mengalir dengan normal,” tegas Yanto. @qia

Baca Berita Menarik Lainnya :