VISI.NEWS — Untuk melaksanakan dan membenahi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di wilayah Bojongsoang dan Tegalluar, dikatakan Ketua Komisi C DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Golkar, H. Yanto Setianto, itu anggarannya dari pusat sebagai program-program akselerasi pembangunan.
Jika Pemkab Bandung tidak menyelesaikan RDTR segera, dikemukakannya, akan berdampak kerugian bagi masyarakat. Karena jelas pembangunan yang dilaksanakan bisa acak-acakkan dan tidak terkendali.
“Apalagi direncanakan dibangun Jalan Tol Bandung-Cilacap, jelas itu memerlukan RDTR agar pembangunan yang dilakukan bisa sinergis,” katanya usai kunjungan ke Sektetariat PWI Kab. Bandung, Rabu (7/10/2020).
Yanto menjelaskan, selain Bojongsoang dan Tegalluar, dilaksanakan juga pembangunan rel Kereta Api Cepat serta Kota Satelit Tegalluar yang bila tidak dilengkapi RDTR, maka tata ruangnya akan rusak sehingga akan berdampak kerugian kepada masyarakat. Makanya hal itu jangan sampai terjadi.
Salah satu pencegahannya, ditambahkan Yanto, dengan dibangunnya kolam retensi pengendalian banjir. Termasuk pencegahan-pencegahan lainnya yang bisa mengakibatkan kerugian kepada masyarakat. Apalagi ini merupakan program pusat yang harus segera diimplementasikan yang membutuhkan sinergisitas antar pihak.
“Jadi RDTR itu harus segera dilaksanakan dan jangan terjadi penundaan lagi. Bila terjadi penangguhan maka akan membuat semrawut program pemerintah pusat,” ujarnya.
RDTR itu ditegaskan Yanto, merupakan pendampingan tata ruang berikut tatanannya dengan prioritas pada penyelenggaraannya bisa berjalan sinergi, tidak menimbulkan dampak kerugian. @qia.