VISI.NEWS | JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika RI mengingatkan mengenai potensi hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia menegaskan meningkatnya dinamika cuaca yang perlu diwaspadai secara luas. Prakiraan ini tidak hanya menjadi informasi rutin, tetapi juga indikator adanya potensi gangguan aktivitas masyarakat di sejumlah daerah.
Prakirawan BMKG, Sastia Frista, menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku.
“Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku,” kata Sastia dalam keterangannya dikutip, Senin (4/5/2026).
Dalam konteks yang lebih luas, pola sebaran hujan ini menunjukkan bahwa wilayah barat hingga tengah Indonesia berada dalam kondisi atmosfer yang cukup aktif. Selain hujan lebat, potensi hujan disertai petir di sejumlah kota seperti Tanjung Pinang, Palembang, Pontianak, dan Banjarmasin juga menjadi indikator adanya ketidakstabilan cuaca yang dapat berdampak pada keselamatan dan aktivitas harian.
Di sisi lain, wilayah dengan hujan ringan hingga berawan tebal tetap mencerminkan variasi kondisi cuaca yang perlu diperhatikan. Kota kota seperti Banda Aceh, Pekanbaru, hingga Samarinda diprakirakan mengalami hujan ringan, sementara Medan dan Surabaya berpotensi diliputi awan tebal sepanjang hari.
“Untuk wilayah barat lainnya, kondisi cuaca berawan tebal diprediksi akan menyelimuti langit Kota Medan dan Kota Surabaya sepanjang hari ini,” ujarnya.
Wilayah timur Indonesia juga tidak luput dari perhatian. BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang di Mamuju dan Nabire, serta hujan ringan di berbagai kota lain seperti Denpasar, Makassar, hingga Jayapura. Kondisi ini menunjukkan bahwa hampir seluruh kawasan Indonesia berada dalam pengaruh sistem cuaca yang aktif, meski dengan intensitas berbeda.
“Potensi berawan hingga berawan tebal di Kota Mataram, Kupang, dan Manokwari serta potensi udara kabur di Kota Sorong,” ungkap Sastia
BMKG menegaskan bahwa prakiraan ini bersifat umum dan dapat berubah seiring pembaruan data. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal yang tersedia agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca terkini.
Peringatan ini sekaligus menekankan pentingnya kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat. Kesadaran terhadap informasi cuaca menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko yang mungkin timbul akibat kondisi atmosfer yang dinamis. @desi