VISI.NEWS | BANDUNG – Persela Lamongan harus menutup musim dengan hasil pahit setelah mengalami kekalahan telak saat bertandang ke markas Kendal Tornado FC pada Minggu (3/5/2026). Laga yang diharapkan menjadi penutup manis justru berubah menjadi pertandingan yang berat sejak awal hingga akhir.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persela terlihat kesulitan mengimbangi permainan tuan rumah. Kendal Tornado tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Persela, membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan ini berbuah gol pembuka yang membuat Persela berada dalam posisi tertinggal lebih awal.
Memasuki pertengahan babak pertama, Persela mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, upaya tersebut belum mampu menembus lini pertahanan lawan yang tampil solid. Di sisi lain, Kendal Tornado justru mampu memanfaatkan celah di lini belakang Persela untuk menambah keunggulan.
Memasuki babak kedua, situasi tidak banyak berubah. Persela masih berusaha mencari ritme permainan, tetapi kesalahan dalam penguasaan bola dan koordinasi antar lini membuat peluang yang tercipta tidak maksimal. Tuan rumah terus memanfaatkan momentum untuk menekan dan memperlebar jarak skor.
Seiring berjalannya waktu, tekanan mental mulai terlihat pada permainan Persela. Upaya untuk mengejar ketertinggalan justru membuka ruang lebih besar bagi Kendal Tornado untuk melancarkan serangan balik. Kondisi ini semakin memperburuk situasi bagi tim tamu.
Hingga peluit akhir dibunyikan, Persela tidak mampu membalikkan keadaan. Kekalahan ini menjadi hasil terburuk mereka di penghujung musim, sekaligus menutup perjalanan kompetisi dengan catatan yang mengecewakan.
Laga ini mencerminkan perjalanan yang tidak konsisten dari Persela sepanjang musim. Harapan untuk mengakhiri kompetisi dengan hasil positif harus pupus setelah gagal mengatasi tekanan dari tuan rumah yang tampil lebih efektif. @desi