VISI.NEWS – Ketua Persit Kartika Candra Kirana Daerah III Siliwangi, Suci Nugroho Budi W menghadiri launching budi daya magot dan azola (bumala) kerja sama antara Koramil 1204 Ciawi, Kodim 1206/ Tasikmalaya dengan Pertamina Geothermal Energy (PGE) area Karaha, dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, di halaman Koramil 1204/ Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (14/8).
Hadir dalam acara tersebut para Komandan Dandim wilayah Priangan Timur, Ketua Persit Cabang Tasikmalaya, Ketua PKK Kabupaten Tasikmalaya, para Muspika dan tamu undangan lainnya.
Komandan Koramil 1204 Ciawi, Mayor (Inf) Deni Zenal Mutaqin mengatakan budi daya magot dan azzola ini dalam rangka mendukung ketahanan pangan masyarakat terutama di tengah pandemi Covid-19. Pihaknya memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait cara budi daya tanaman azola dan magot, mulai pengembangan hingga proses panen. Selain diberikan materi juga langsung dipraktikkan.
“Kegiatan ini bekerja sama dengan PGE Karaha dan mendapatkan antusias warga,” ucap Deni.
Menurut Deni, budi daya belatung atau magot dan azola mikrophyla sebagai pakan alternatif hewan dan ternak ikan. Adapun belatung atau magot digunakan sebagai pakan alternatif untuk ternak. Begitu pun tanaman azola sendiri merupakan tanaman yang hidup di air dan bisa menjadi pakan itik serta ternak jenis unggas.
Hal tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Persit Kartika Candra Kirana Daerah III Siliwangi, Suci Nugroho Budi W. Menurutnya budi daya magot dan azola yang dilakukan oleh Koramil 1204/ Ciawi sangat luar biasa. Terlebih saat ini di dunia pandemi Covid-19 belum berakhir, termasuk di Indonesia.
“Semua sektor terdampak, mulai kesehatan, pendidikan, perekonomian, dan lainnya. Pemutusan kerja terjadi di mana-mana, usaha menurun dan lainnya. Dengan demikian, penghasilan sampingan sangat dibutuhkan. Salah satunya yang dilakukan di Koramil 1204/ Ciawi ini,” ucapnya.
Menurut Suci, terlebih sesuai dengan program pemerintah budi daya magot dan azola sedang didorong. Selain memiliki nilai ekonomi juga membantu dalam mengatasi sampah. Semoga dengan pelatihan budi daya magot dan azola ini mampu melahirkan para wirausaha-wirausaha baru dan bertahan dalam perekonomian.
“Apalagi Kodam III Siliwangi sedang fokus menitikberatkan pada program ketahanan pangan, yaitu kita menunjang pemerintah untuk ketahanan pangan,” tutur istri dari Brigjen (TNI) Nugroho Budi Wiryanto ini.
“Saya menghimbau para Persit Kartika Candra Kirana cabang Kodim dan Koramil diadakan lomba di Korem masing-masing. Untuk mengapresiasi kepada yang sudah melaksanakan akan diberi reward sama ketua korcabnya masing-masing,” ungkapnya.
Sementara itu Area Manager PGE Area Karaha, Roy Bandoro mengatakan kerja sama bumala ini masih dalam rangkaian program CSR berwujud pemberdayaan masyarakat di era pandemi Covid-19. PGE area Karaha bekerja sama dengan Koramil 1204/ Ciawi, Kodim 0612/ Tasikmalaya meluncurkan program budi daya magot dan azola (bumala) di Desa Dirgahayu dan Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.
Program bumala ini diikuti sekitar 300 peserta terbagi dalam 30 kelompok yang merupakan warga desa ring 1 PGE Area Karaha. Sejak diluncurkan pada akhir Juli 2020, program ini telah menunjukkan hasil yang cukup membanggakan.
“Saat ini kolam azola dan kandang lalat Black Soldier Fly /BSF (belatung magot) telah banyak ditemui di pekarangan, bahkan telah menjadi pakan aternatif bagi ternak warga,” ucapnya.
Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat ini dimaksudkan sebagai upaya perusahaan untuk memberikan peluang usaha baru bagi warga dengan biaya produksi yang murah dan terjangkau serta dapat dilakukan oleh siapa saja.
“Bumala ini merupakan program tahap lanjut dari Program Jalipesah (Penghijauan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah) yang sudah diterapkan sebelumnya,” kata Roy Bandoro.
Hal ini sangat berhubungan erat kata Roy Bandoro, mengingat sampah organik merupakan sumber media utama dari budi daya magot. Dan sumber sampah organik mayoritas berasal dari sampah rumah tangga.
“Di sinilah pentingnya memilah sampah organik dan anorganik, yang sebelumnya sudah diterapkan dalam program Jalipesah,” jelasnya.
Lebih lanjut Roy menyebut, program-program pemberdayaan masyarakat yang diberikan PGE saat ini telah mampu mewujudkan pengembangan sumber daya manusia, sekaligus penguatan ekonomi usaha kecil dan menengah bagi masyarakat di ring 1 PGE Area Karaha, ungkapnya. @arn