Search
Close this search box.

Khofifah Indar Parawansa: Lulusan SMK Kini Lebih Memilih Gig Economy dalam Menyikapi Kritikan Tingkat Pengangguran

Pasangan calon gubernur - wakil gubernur Jawa Timur Khofifah - Emil bersama partai pengusung./visi.news/pks

Bagikan :

VISI.NEWS | SURABAYA – Calon gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyoroti perubahan yang terjadi di industri dan pasar kerja saat ini, yang dikenal dengan fenomena gig economy. Hal ini disampaikan dalam debat publik kedua Pilkada Jatim 2024 sebagai respon terhadap kritik dari dua calon gubernur lainnya mengenai tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan SMK di Jawa Timur. Menurut Khofifah, banyak lulusan SMK yang kini lebih memilih untuk terlibat dalam pekerjaan dengan kontrak jangka pendek atau bekerja sebagai freelancer dengan keterampilan khusus.

“Inilah yang disebut gig economy. Era dunia adalah era gig economy, mereka ingin kontrak jangka pendek, bukan kontrak jangka panjang,” kata Khofifah dalam debat publk di Gedung Grand City Convex, Surabaya, Minggu (3/11/2024), malam.

Fenomena gig economy sendiri mengacu pada sistem kerja yang berdasarkan proyek-proyek sementara, di mana pekerja tidak terikat dalam jangka panjang dengan satu perusahaan. Selain itu, Khofifah menjelaskan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memahami minat kerja para lulusan SMK.

“Ada perbedaan ketika melihat bahwa ini disebut menganggur atau tidak. Jadi BPS mengasosiasikan ketika seseorang itu masuk dalam sebuah institusi perusahaan tertentu, baru disebut dia bekerja,” jelasnya.

“Tetapi kalau kita keliling, siapa yang rajin keliling ke SMK, mereka kalau ditanya, mereka akan bekerja dalam satu institusi atau mandiri, mereka lebih senang menyebut mandiri,” tambahnya.

Khofifah mengungkapkan bahwa ia telah menyiapkan solusi untuk mengatasi masalah tingkat pengangguran terbuka (TPT) dengan menjalin kerja sama dengan berbagai industri strategis dari berbagai negara.

“Teaching industry sudah bisa kami lakukan di beberapa SMK di Jatim. Karena itu kami berharap pada akhirnya kita akan terus bisa menurunkan angka pengangguran yang lulusan SMK-SMK di Jatim,” tutupnya. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :