VISI.NEWS – Tiara Yosianti Solekhah (17) warga Klitren, Yogyakarta, tak pernah menyanyka mimpinya berkuliah di kampus ternama bisa terwujud nyata. Ia berhasil menembus keterbatasan dan diterima masuk kuliah jurusan Statistik FMIPA UGM.
Tiara merupakan seorang putri buruh bangunan bernama Mujiono (50). Tiara bersemangat dalam keterbatasannya, belajar dengan tekun dan diterima di UGM tanpa tes bahkan dibebaskan biaya kuliah hingga selesai.
Ayah Tiara bekerja dengan upah Rp 550 ribu setiap bulan karena pekerjaan berdasar proyek yang datang. Beban keluarganya bertambah manakala sang kakak mengalami gangguan kejiwaan sejak sepuluh tahun silam.
Kehidupan Tiara dan keluarga penuh keterbatasan, tinggal di rumah peninggalan kakeknya dengan harus berbagi bersama dua keluarga lainnya. Namun ternyata, seluruh keterbatasan berhasil ditembus oleh alumni SMAN 8 Yogyakarta itu.
“Sering merasakan berat ketika ayah tidak bekerja dan kakak sedang kambuh sakitnya. Sedih sekali dan berharap bisa melakukan sesuatu untuk keluarga. Satu mimpi bisa ditapaki setelah keterima di UGM,” ungkap Tiara, seperti dilansir krjogja.com.
Beratnya kehidupan terkadang membuat Tiara lelah dan terpuruk. Namun, ia selalu berhasil bangkit karena mengingat Allah sebagai tumpuan hidup.
Berkuliah di UGM untuk menjadi sarjana, menjadi impian pertama Tiara menapaki kehidupan yang lebih baik. Ia berjanji bersungguh-sungguh dan terus bekerja keras untuk mengubah kehidupak keluarga di kemudian hari.
“Saya harus bersungguh-sungguh dalam kuliah, saya ingin menimba ilmu sebaik-baiknya untuk bekal kehidupan ke depan. Saya berharap bisa membantu kehidupak keluarga untuk lebih baik ke depan,” imbuhnya.
Sejak SD hingga selesai SMA, Tiara selalu masuk peringkat 3 Besar di kelasnya. Ia berhasil menjuarai beberapa kompetisi tingkat SMA seperti juara OSN Ekonomi Kota Yogyakarta dan Peringkat 2 Flag Football DIY. Ia juga berhasil meraih beasiswa KIP pemerintah sehingga dibebaskan biaya kuliah hingga delapan semester. @fen