KJRI Jeddah Benarkan Saudi Buka Umrah untuk Penduduk Lokal

Editor Ilustrasi./dok./net.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah membenarkan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah mulai membuka umrah secara bertahap. Sudah 7 bulan sejak Maret Saudi menutup umrah karena pandemi Covid-19.

“Iya confirmed bahwa saudi tetapkan umrah. Namun, dalam tiga tahap tersebut,” kata Konjen RI Jeddah Eko Hartono, Selas (22/9), seperti dilansir republika.co.id yang menghubunginya.

Sebagai uji coba, Pemerintah Arab Sudi membuat tiga tahapan pembukaan umrah sebelum umrah benar-benar dibukan secara normal. Sementara ini umrah hanya dibuka untuk penduduk lokal Saudi.

“Tapi untuk tahap satu dan dua baru untuk lokal (warga negara Saudi dan mukimin),” ujarnya.

Otoritas Arab Saudi mengumumkan penangguhan umrah yang diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19, akan dicabut secara bertahap, Senin (21/9).

Menteri Haji dan Umrah, Mohammed Saleh Benten, mengatakan untuk sementara kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama Kerajaan. Kementeriannya sedang mempelajari rencana tiga babak pemulihan haji secara bertahap.

Dilansir di Arab News, Selasa (22/9), pada fase pertama, warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Kerajaan diizinkan untuk menunaikan ibadah haji kecil ini. Namun, layanan umrah hanya akan beroperasi dengan kapasitas 40 persen dari kapasitas normal.

Kapasitas jemaah yang menjalankan ibadah akan ditingkatkan menjadi 75 persen pada fase kedua. Selanjutnya, pada fase tiga, Saudi akan memulihkan kapasitas penuh dan peziarah dari luar Kerajaan kembali diizinkan melakukan perjalanan umrah.

Kementerian Haji dan Umrah juga menyebut, selama pelaksanaan tiga fase ini, tindakan pencegahan kesehatan yang ketat akan diberlakukan. Menteri Benten lantas mengatakan, kementerian mendukung semua orang, baik investor maupun pekerja, yang terlibat di sektor ini selama transformasi kelembagaan.

Baca Juga :  14 Orang Tewas, Bangunan 4 Lantai Runtuh di Yordania

Pihaknya ingin memberdayakan perusahaan umrah dan organisasi terkait, agar menjadi entitas ekonomi yang kuat serta memberikan layanan berkualitas tinggi melalui aplikasi I’tamarna. Aplikasi ini akan memudahkan jamaah untuk merencanakan perjalanannya.

Lebih dari 30 perusahaan lokal dan internasional akan memberikan layanan kepada para peziarah melalui platform elektronik. Platform tersebut memungkinkan penyedia layanan melakukan tindak lanjut yang diperlukan saat melayani jemaah.

Benten juga menambahkan, perusahaan dan lembaga umrah melayani lebih dari 16 juta jemaah dari Kerajaan, wilayah dan seluruh dunia. Pentingnya registrasi awal umrah ditekankan oleh Menteri Benten. Perusahaan umrah bertanggung jawab melakukan pembelajaran guna mengidentifikasi kebutuhan jemaah, termasuk mereka yang datang melalui negara transit.

“Warga dari 80 negara sekarang dapat mengunjungi Kerajaan untuk umrah tanpa memerlukan visa dan jumlah ini akan meningkat,” ujar Benten.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi, Abddulfattah Mashat, mengatakan telah menyelenggarakan forum dengan tajuk “Mengelola Perubahan Kelembagaan dan Transformasi di Sektor Umrah”.

Tujuan kegiatan ini untuk memperkaya pengalaman jemaah umrah. Ekonomi haji dan umrah tidak terbatas pada layanan yang diberikan kepada jemaah. Di luar itu, perekonomian juga berputar dan mencakup pilihan layanan dan logistik lainnya.

Kementerian disebut berusaha mengelola transformasi kelembagaan secara efektif, meningkatkan layanan, memperkaya pengalaman dan memperbesar aspek keberlanjutan sektor untuk melayani lebih banyak jemaah.

Pada 2019, Mashat menyebut 5,3 juta warga Saudi, 6,4 juta ekspatriat, 1,2 juta penduduk negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC), dan 7,5 juta orang dari belahan dunia lain melakukan umrah.

Ia juga mengatakan, bagi jemaah yang bepergian dari negara lain, sebelumnya harus melalui agen dan perusahaan umrah terdaftar untuk mendapatkan visa dan membuat pengaturan lain. Kementerian sedang mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki keseluruhan sistem.

Baca Juga :  JADWAL SALAT: Bandung dan Sekitarnya, Sabtu (6) - Ahad (7) November 2021

Sebagai bagian dari transformasi sektor yang direncanakan, Mashat mengatakan perusahaan umrah dapat mengakuisisi perusahaan yang ada dan bergabung dengan mereka atas namanya, atau membentuk entitas baru. Sehubungan dengan transformasi sektor ini, dia menekankan perlunya bisnis mengubah konsep layanan yang mereka berikan dan mengembangkan model bisnis baru. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Kasus Positif Covid Melonjak, Pemkab Garut Kembali Berlakukan WFH dan WFO bagi ASN

Sel Sep 22 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 menyusul terus melonjaknya kasus positif akhir-akhir ini. Untuk mencegah timbulnya klaster perkantoran, Pemkab Garut pun kini memberlakukan pembagian kerja secara fleksibel (flexible working arrangement) untuk para apratur sipil negara (ASN). “Salah satu langkah antisiapsi […]