KJRI : Mekanisme Umrah Sepenuhnya Gunakan Aplikasi I'tamarna

Editor :
Suasana Masjidilharam di tengah pandemi Covid-19./republika.co.id/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kerajaan Saudi memutuskan kembali membuka umrah tahap I, 4 Oktober mendatang. Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, menyebut mekanisme pendaftaran melalui aplikasi I’tamarna.
“Mekanisme pemilihan jemaah melalui aplikasi I’tamarna. Teknisnya urusan internal mereka, kita bukan orang dalam,” kata Endang Jumali, Ahad (27/9), seperti dilansir Republika.co.id yang menghubunginya.
Dalam selebaran tertulis calon jemaah umrah sebelumnya wajib mengunduh aplikasi I’tamarna. Setelahnya, jemaah menginput data dan memilih waktu yang tersedia untuk umrah atau salat di Masjidilharam maupun di Raudhah.
Setelahnya, calon jemaah juga wajib melakukan registrasi pada aplikasi “Tawakkalna”, aplikasi milik Kementerian Kesehatan Saudi. Jemaah umrah yang mendaftar wajib mengajukan bukti bebas dari virus Covid-19.
Setelahnya, jemaah yang dinilai memenuhi persyaratan akan mendapatkan izin menjalankan ibadah umrah dari Kerajaan Saudi. 
Mereka yang mendapat izin, pada tanggal yang telah diajukan diminta berkumpul di salah satu pusat pengangkutan atau tempat berkumpul jemaah umrah. Lokasi atau titik kumpul akan diumumkan kemudian.
Izin yang didapat nantinya ditunjukkan kepada petugas di pusat pengangkutan. Jemaah diminta mematuhi waktu yang telah ditentukan. Selama menjalani ibadah, jemaah wajib menggunakan masker dan mematuhi prosedur pencegahan. Bagi mereka yang datang ke Masjidilharam melalui pusat pengangkutan jemaah umrah, diminta menggunakan sarana transportasi yang telah disediakan.
Terakhir, setelah melaksanakan ibadah, jemaah diminta segera kembali ke pusat pengangkutan atau tempat berkumpul jemaah umrah.
Selain itu, dalam selebaran itu tertulis jemaah umrah diizinkan menginap di salah satu Hotel di Mekah. Izin diberikan dengan catatan telah mendapatkan izin apabila ingin salat di Masjidilharam, sesuai waktu yang tersedia pada aplikasi.
Muslim yang berdomisili di Mekah, dapat melakukan registrasi mendapatkan izin apabila ingin salat di Masjidilharam sesuai dengan waktu yang tersedia pada aplikasi. 
“Yang terbaru hari ini, beberapa syarat umrah yaitu umur di atas 18 tahun. Izin umrah yang diberikan hanya berlaku 3 jam,” kata dia.
Di sisi lain, Kerajaan Arab Saudi telah memasang kamera termal baru di seluruh Masjidilharam. Pemasangan dilakukan sebagai bagian persiapan membuka kembali situs suci bagi jemaah umrah.
Dilansir di Al Arabiya, Ahad (27/9), pemasangan kamera termal diawasi oleh Kepala Presidensi Umum Dua Masjid Suci, Syekh Dr. Abdulrahman bin Abdulaziz al-Sudais.
Arab Saudi secara bertahap mulai mengizinkan jemaah umroh masuk ke Dua Masjid Suci. Menurut pengumuman dari Kementerian Dalam Negeri Saudi, pelaksanaan umrah pertama dilakukan 4 Oktober 
Persiapan yang sedang berlangsung, termasuk dalam rencana yang telah disusun oleh Presidensi Umum, sejak penutupan Masjidilharam. Penutupan sebelumnya dilakukan terkait prosedur yang berhubungan dengan pelaksanaan umrah, yang dikenal sebagai haji kecil, di tengah pandemi virus Covid-19.
Kamera termal diharapkan dapat membantu memantau suhu tubuh semua pengunjung dan jemaah yang mendatangi Masjidilharam. Keberadaan kamera ini juga memungkinkan pihak berwenang menangani dengan cepat kasus dugaan virus corona, serta mengambil semua tindakan pencegahan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua pihak.
Selama tahap awal pembukaan kembali umrah, hanya warga negara dan ekspatriat yang berada di Kerajaan yang diizinkan untuk melakukan umrah. Pada tahap ini, Kerajaan Saudi membuka kapasitas 30 persen dari kapasitas normal. @fen 

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KIPRAH: Buku Karya Dr. Abdul Malik Raih Anugerah Buku Ilmiah Terbaik dari USIM

Ming Sep 27 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Buku karya Dr. Ahmed Abdul Malik, ulama asal Nigeria yang juga dosen Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) pada Rabu (23/9) menerima Anugerah Buku Ilmiah Terbaik kategori Sains Sosial-Bahasa Arab di negara jiran itu. Dr. Abdul Malik mengatakan bukunya yang mendapat penghargaan itu merupakan hasil dari riset dan […]