Komisi VIII DPR RI Dukung Kenaikan Anggaran Kemenag RI

Editor :
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily dan Menag Yaqut Cholil Qoumas. /visi.news/ist

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Komisi VIII DPR RI dapat memahami Pagu Anggaran Kementerian Agama RI Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp66,4 Triliun dan mendukung usulan tambahan sebesar Rp11,5 Triliun. Dengan demikian anggaran Kementerian Agama tahun 2022 akan mencapai Rp 77,9 Triliun.

Pada Rapat Kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/9/21), terungkap bahwa berdasarkan hasil trilateral meeting antara Menag, Menkeu dan Menteri PPN/Kepala Bappenas maka anggaran Kemenag tahun 2022 sebesar Rp 66,4 Triliun.

Meski demikian, Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam raker tersebut menyampaikan bahwa agenda prioritas Kemenag tahun 2022 sangat penting dan strategis sehingga mengajukan usul penambahan anggaran sebesar 11,5 Triliun sehingga total anggaran Kemenag tahun 2022 menjadi 77,9 Triliun.

“Program prioritas Kemenag RI Tahun 2022 sangat penting dan strategis sehingga perlu dukungan anggaran yang memadai,” kata Menag Yaqut dalam raker yang dipimpin oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto tersebut.

Menag Yaqut mencontohkan adanya 7 agenda prioritas Kemenag Tahun 2022 seperti mewujudkan moderasi beragama, toleransi, digitalisasi pendidikan keagamaan, kemandirian pesantren dan revitalisasi KUA serta mewujudkan cyber Islamic university yang membutuhkan dukungan anggaran yang besar.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengingatkan bahwa di masa pendemi Covid-19 seperti saat ini agenda prioritas nasional adalah melakukan langkah-langkah penanggulangan untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman Covid-19.
“Jadi menurut kami agenda prioritas nasional saat ini adalah menyelamatkan masyarakat dari pandemi Covid-19,” ujar Anggota Dewan dari Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat) ini.

Baca Juga :  Sebelum Mulai Kegiatan Belajar, Ribuan Santri Diwajibkan Isolasi Mandiri

“Oleh sebab itulah kami mendukung realokasi anggaran Kemenag untuk program dan kegiatan yang mendorong penanggulangan Covid-19,” tambahnya.

Anggota Fraksi Partai Golkar yang juga Plt. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat ini juga mengakui pentingnya memperkuat moderasi beragama. “Tapi kita ingin lebih efisien, misalnya agenda moderasi beragama itu digabungkan dengan pembangunan toleransi, indeks religiosity dan sebagainya,” ujarnya seraya menyebut hal itu untuk tidak memboroskan anggaran.

Dia pun mendukung upaya Kemenag untuk mengupayakan pembagian anggaran yang proporsional antara pendidikan umum dan pendidikan kegamaan. “Sebab saat ini masih jomplang, pendidikan umum sangat besar anggarannya sementara pendidikan keagamaan terpinggirkan,” demikian Ace Hasan Syadzily.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kecemburuan Sosial Perizinan, H. Yanto, "Anu Ieu Mah Bageur, Anu itu mah Teu aya Duitan"

Kam Sep 2 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS – Masalah memperoleh perizinan masih ada terjadi tebang pilih, “anu ieu mah bageur anu itu mah teu aya duitan” (yang ini baik, yang itu tidak ada duitnya), sehingga proses perizinan tidak merata. Ketua Komisi C DPRD Kab. Bandung H. Yanto Setianto mengakui pernah mempunyai pengalaman pahit untuk proses […]