VISI.NEWS | SUKABUMI – Elang Jawa yang menabrak kaca jendela rumah di Kampung Nyangegeng, Desa Babakanpanjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, akan menjalani rehabilitasi.
Hal itu diungkapkan Polhut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Resor Konservasi Wilayah VI Sukabumi Hendi Apriadi.
Menurut dia, Elang Jawa itu telah dievakuasi, ke lokasi penyelamatan satwa Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT) di Nyalindung, Senin (2/2/2026).
“Tindak lanjut sementara kita evakuasi, kita cek kesehatannya, kita rehab dulu, kalau memang hasil rehabnya positif, kita lakukan penilaian perilaku langsung kita siapkan untuk lokasi rilis,” ujar Hendi.
Terkait kondisi Elang Jawa tersebut, Hendri menyatakan terdapat luka luar pada Elang Jawa itu, namun tidak terlalu parah. Tetapi kemungkinan satwa dilindungi itu mengalami luka dalam. Selain itu kondisi Elang Jawa masih lemas.
“Kemungkinan ada luka dalam, karena dilihat secara fisik memang tidak ada luka yang parah, cuman kondisinya masih lemas, sehingga perlu penanganan lebih lanjut,” katanya.
Kejadian Elang Jawa menabrak kaca jendela itu terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Warga yang mengetahui bahwa Elang Jawa merupakan satwa yang dilindungi kemudian melapor ke pihak terkait. Besoknya, Minggu (1/2/2026), Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak Winda Tri Sutrisno bersama relawan Jaga Satwa Raju datang untuk melakukan evakuasi.
Winda, menjelaskan dari keterangan warga, kejadian ini yang pertama kali. Winda belum mengetahui dari mana asal Elang Jawa tersebut, namun dari hasil pengamatannya kampung tersebut berjarak sekitar 5 kilometer dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
”Untuk jarak tempat kejadian kami cek di Peta, kami bentangkan busur perhitungan jarak itu sekitar 5 Kilometer dari taman nasional. Menurut warga, kejadian Elang menabrak kaca rumah ini baru kali ini,” ujarnya.
Elang Jawa yang awalnya diamankan sementara oleh warga di kandang kecil pada hari Sabtu itu, dipindahkan ke kandang yang lebih luas milik relawan Jaga Satwa di Desa Nagrak Selatan. Bersamaan dengan itu, Winda juga berkoordinasi dengan pihak balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta pihak lainnya.
“Kami juga berkoordinasi BKSDA dan TNGGP dan beberapa rekan, sebagai tindak lanjut,” ujar Winda.
Winda menuturkan setelah dievakuasi dan ditempatkan ke kandang yang cukup luas, elang Jawa itu sudah mulai agresif, aktif bergerak dan tampak mengepak-ngepakkan sayapnya.
Keadaan itu berbeda dibandingkan dua hari sebelumnya. Saat itu, Elang Jawa tampak murung. Menurut Winda, terdapat sedikit luka pada paruh juga lecet pada bagian kaki. @andri