VISI.NEWS — Jajaran Kepolisian Resor Kota Bandung melaksanakan kegiatan silaturahmi kepada para tokoh masyarakat yang berdomisili di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) sore.
Silaturahmi kali ini, Polresta Bandung menyambangi kantor Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Bandung yang beralamat di Jalan Raya Laswi Baleendah No. 516, tepatnya di Desa Serang Mekar, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Hendra Kurniawan, S.IK., mengatakan giat hari ini merupakan ajang silaturahmi dengan tokoh ulama, salah satunya adalah pengurus cabang NU Kabupaten Bandung.
Dalam giat ini, Kapolresta dan jajarannya mendengarkan pesan dakwah maupun aspirasi atau pemikiran-pemikiran dari para pengurus NU, di mana notabenenya berasal dari kalangan Kyai senior NU.
Kata Hendra, saran dan aspirasi yang diterima ini jelas penting sekali, dan pihaknya sangat mendukung hal tersebut.
“Saya sangat mendukung sekali apa yang menjadi pesan-pesan dakwah yang disampaikan para Kyai pengurus NU ini. Dalam pesan dakwahnya cukup bagus, dan kita harus memberi support,” jelas Hendra kepada VISI.NEWS, seusai silaturahmi di lokasi, Senin sore.
Hendra menambahkan, aspirasi dari para pengurus NU berisi keresahan mengenai adanya dugaan kelompok atau salah satu ormas tertentu yang mengedepankan radikalisme atau intoleransi, di mana ini tidak boleh terjadi.
“Negara kita adalah negara hukum, dasarnya Pancasila, dan semua harus bersatu di antara perbedaan,” paparnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Bandung, DR. KH. Asep Jamaludin, M.Ag, mengatakan gelaran acara silaturahmi ini rutin dilaksanakan dengan pemangku keamanan yang ada di Kabupaten Bandung, di antaranya dengan jajaran Polresta Bandung.
“Silaturahmi seperti ini rutin dilaksanakan dan sudah terbiasa dengan Polresta Bandung, untuk bersinergi mengamankan Kabupaten Bandung dari berbagai aliran-aliran yang menurut kaidah keilmuan adalah aliran yang radikal,” tuturnya.
Kata Asep, dengan adanya aliran ini, perlu diberikan himbauan kepada masyarakat untuk jangan ikut-ikutan dengan cara-cara aliran radikal yang dianut tersebut.
“Walau bagaimanapun, aliran radikal tersebut bisa membuat kekacauan di masyarakat. Apalagi ketika aliran tersebut muncul dan didukung oleh masyarakat,” pungkasnya. @yus