Search
Close this search box.

Kota Bandung Targetkan Pengurangan Sampah Sebanyak 140 Ritase per Hari hingga November 2024

TPA Sarimukti./visi.news/kompasiana

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pada November 2024, Kota Bandung berharap untuk mencapai target pengurangan sampah sebagai respons terhadap masalah pengelolaan limbah yang dipengaruhi oleh kondisi di tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti.

Dudi Prayudi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah ritase sampah akan dilakukan dengan menekan volume sampah dari masing-masing wilayah yang berada dalam Satuan Wilayah Kerja (SWK). Data dari DLH menunjukkan ritase sampah harian untuk sejumlah SWK sebagai berikut:

  1. SWK Bojonagara: 35,88 ritase/hari.
  2. SWK Cibeunying: 51,89 ritase/hari.
  3. SWK Tegallega: 33,67 ritase/hari.
  4. SWK Karees: 36,41 ritase/hari.
  5. SWK Kordoba: 25,88 ritase/hari.
  6. SWK Ubermanik: 31,23 ritase/hari.

“Kami berupaya menerapkan pengurangan hingga 140 ritase per hari,” ungkapnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asep Gufron, menambahkan bahwa komitmen untuk pengurangan ritase sampah ini telah dilakukan melalui kesepakatan antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat. Dalam pelaksanaannya, aparat kewilayahan seperti Camat dan Lurah akan berperan aktif dalam penanganan sampah secara terpadu di 30 kecamatan.

Rapat Optimalisasi Pengelolaan Sampah Mandiri di Kewilayahan memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. Mendorong kewilayahan dalam pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.
  2. Memaksimalkan program rumah magot.
  3. Menangkal penumpukan sampah di jalur utama dan kawasan pemukiman.
  4. Membangun komitmen pengelolaan sampah di level keluarga.

“Kita perlu mengawasi, coba dibentuk tim-tim pengawasan di titik-titik rawan adanya tumpukan sampah yang liar,” kata Asep.

Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam pengelolaan sampah. Meskipun saat ini fokus pada pengurangan ritase sampah, Koswara mendorong visi jangka panjang untuk menjadikan Bandung sebagai kota tanpa sampah.

“Hal yang lebih penting adalah pergeseran paradigma dari membuang sampah menjadi pengelolaan sampah. Jadi, yang perlu kita pikirkan bukan hanya membuang sampah, tetapi juga mengelola sampah,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Ruang Kelas Ambruk, SDN Ciganas Sukabumi Masuk Prioritas untuk Dibangun

Koswara optimis bahwa Bandung dapat mencapai target tersebut dengan melihat keberhasilan pengelolaan sampah di beberapa daerah selama krisis sampah yang terjadi pada tahun 2023.

“Pasti bisa. Sukses story nya sudah ada, dan 383 RW di Kota Bandung sudah bebas sampah,” tuturnya penuh harapan. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :