KPJ Bandung Gelar Refleksi Akhir Tahun

Editor Kadisbudpar Kota Bandung Kenny (tengah) dan para pengurus KPJ Bandung dan budayawan berfoto bersama usai refleksi akhir tahun KPJ Bandung di Taman Musik Sabtu (26/12) malam./visi.news/apih igun.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Refleksi akhir tahun 2020, yang di gelar Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Bandung merupakan bentuk tafakur dan syukur atas karunia Allah SWT, karena nikmat yang di limpahkan, membuat kepengurusan KPJ Bandung dan para anggotanya bisa menghirup udara segar dan senantiasa sehat Aamiin.

Acara ini juga mengevaluasi kinerja selangkah lebih baik sekaligus mempererat tali silaturahim.

“Refleksi ini kami anggap penting untuk digelar meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, karenanya protokol kesehatan wajib dijalankan yakni 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak). Selain itu peserta juga kami batasi,” terang Ketua KPJ Bandung, Cepi Suhendar, Sabtu (26/12).

Dikatakan Cepi, peserta yang dibatasi itu yang hadir diwakili tokoh budaya dan kordinator sektor yang tergabung di KPJ Bandung. Sehingga peserta bisa menghindari kerumunan sebagaimana diamanatkan Satgas Covid 19.

Pada refleksi akhir tahun ini, respon KPJ Bandung terhadap pemerintah Kota Bandung terkait aksi KPJ Bandung tanggal 12 maret lalu, Pemerintah Kota Bandung dapat merealisasikan 3 tuntutannya. Yakni Perda No. 11 tahun 2005 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan ( K3 ). KPJ Bandung merasa bersyukur karena sekarang Perda itu sudah dirubah namanya meski tidak mengubah isi.

” Alhamdulillah dalam Audiensi kami bersama Walikota Bandung H. Oded M. Danial dan dinas terkait pada 23 oktober 2020 lalu, Walikota Bandung merespon dan memerintahkan jajarannya yakni Kesbang, untuk mengawal. Kemudian sebagai leading sektor dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar). Bahkan hadir pula Dinsos, DPKP3 serta dinas terkait lainnya untuk turut mendukung, dan melimpahkan selanjutnya secara teknis kepada Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana, untuk mengawal program KPJ Bandung yang sudah di presentasikan.

Baca Juga :  Manajemen PTPN VIII Adakan Pertemuan dengan Bupati Bandung Terpilih

“Tidak hanya itu, Walikota Bandung Mang Oded, kala itu juga sepakat dengan Program KPJ Bandung menjadi bagian untuk mengawal visi misi Kota Bandung tercinta ini. Kami sangat berharap Walikota Bandung Mang Oded saat itu tidak sedang menina bobokan kami. Perlu diketahui, rasa sakit kami itu perut jangan sampai diberi tensoplas kan tidak nyambung,” tegas Cepi.

Selain itu KPJ Bandung berharap kepada para wakil rakyat di DPRD Kota Bandung, agar turut mengawal.

“Kami juga mengingatkan kepada salah satu kawan di DPRD, kami datang membawa luka rakyat yg harus diperhatikan, jangan obral janji. Sebab ini persoalan bersama yakni pemerintah, legislatif dan komponen masyarakat bergerak dan berkolaborasi ke arah yg dicita-citakan bersama, sehingga dapat terealisasikan.

Sementara itu salah satu pemerhati KPJ, Irwan Guntari mengatakan KPJ sempat dilirik oleh dunia perfilman nasional. Sebagai wakil ketua di Persatuan perfilman Indonesia (Parfi), dia mengatakan, pengurus pusat Parfi sekelas Paramitha Rusadi saja ingin membuat film tentang hiruk pikuk KPJ. “Karena KPJ ini sudah berdiri 31 tahun dan mampu berdiri tanpa dukungan siapapun, sehingga Parfi pernah melirik kehidupan nyata ini. Dengan demikian saya ingin KPJ ini dibuatkan dulu script nya sebagai bahan awal untuk pembuatan sebuah film. Semoga saja di refleksi akhir tahun ini KPJ bisa menjajaki langkahnya ke depan semakin lebih baik dan lebih maju,” harap akademis ISBI Bandung ini.

Priston, salah satu penggiat sosial mengaku kecewa dan prihatin terhadap kinerjanya wakil rakyat yang belum bisa bekerja mewakili rakyatnya.

“KPJ yang saya tahu, bergerak mandiri 31 tahun di Kota Bandung. KPJ berdiri tanpa sentuhan pemerintah apalagi DPRD. Di jalanan mereka menggali potensi. Di jalanan pula banyak potensi namun juga tidak sedikit dinamika yang memprihatinkan. Nah ketika pemerintah tidak bisa menyentuhnya kami disini menyentuhnya. Semoga kedepan kita bisa sinergi untuk bahu membahu dalam menuntaskan persoalan jalanan. Saya setuju dengan metode kreatif, inovatif dan merangkul,” tegas penggiat sosial yang dikenal kritis di kota Bandung ini.

Baca Juga :  Beda Cara Dakwah, Metode, dan Media di Era Digital: Meminimalkan Dampak Negatif

Sementara itu Sekretaris KPJ kota Bandung Febby mengatakan dari sisi administrasi, KPJ sudah mulai tertata dengan baik. Tidak kurang 200 anggota KPJ yang mengamen di kota Bandung memiliki kartu identitas KPJ.

“KPJ adalah lembaga yang kompleks. Di KPJ ini segala macam permasalahan, potensi dan karakter ada di dalamnya. Tetapi KPJ juga berupaya bukan hanya mencari solusi atas masalah tersebut tapi juga mencari jalan keluar agar stigma jalanan tidak seburuk yang selalu dikatakan masyarakat umum. Kami mulai membenahi secara organisasi. Anggota KPJ kami data dan kami bekali kartu identitasnya agar mereka tidak dikatakan liar, ” katanya.

Kepala Disbudpar Kota Bandung Kenny, mengatakan siap mendampingi dan mengawal keinginan yang disampaikan oleh KPJ.

“Kami juga menginginkan agar KPJ duduk bersama agar membicarakan sejumlah titik lokasi yang bisa dijadikan lahan mengais rejeki nya KPJ. Mereka agar tetap bisa berkarya dan bebas berekspresi tanpa hambatan karena harus berurusan dengan Satpol PP selaku penegak Perda K3,” katanya.

Dia mengharapkan agar KPJ bisa menjadi duta wisata di kota Bandung dengan tidak mengganggu para pengguna wisatawan.
“Dan aktivitas KPJ ini diharapkan ini menjadi daya tarik bagi siapapun yang datang ke kota. Disamping itu kita kembalikan rasa aman dan nyaman, keramahtamahan tetap diperlihatkan anggota KPJ kepada warga atau wisatawan tersebut,” pungkas Kenny. @pih

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pembangunan Jembatan Penghubung Pesisir Selatan Pangandaran Sudah 80%

Sab Des 26 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Jalur Pantai Pesisir Selatan Pangandaran atau di Blok Sungai Cikidang, Babakan Pangandaran, progresnya sudah 80 persen. Begitupun pembangunan jembatan di Cikembulan – Karangtirta, Kabupaten Pangandaran, Jawa Bara,t baru rampung 80 persen. Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Pangandaran, Nanang Heriyanto mengatakan, pembangunan jalan […]