KPK Ingatkan Pentingnya Data Penerima Bansos

Ketua KPK Firli Bahuri,/liputan6.com
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan kementerian dan pemerintah daerah mengenai pentingnya akurasi data penerima bantuan sosial (bansos). Hal tersebut untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau bahkan korupsi dalam penyaluran bansos di tengah pandemi Covid-19.

KPK diketahui telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No. 11 Tahun 2020, tanggal 21 April 2020 tentang Penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data non-DTKS dalam pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat dalam upaya mengatasi dampak pandemi global virus corona atau Covid-19.

Dalam Surat Edaran tersebut, KPK meminta kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah untuk menjadikan DTKS sebagai basis data dalam penyaluran bansos.

Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan, sesuai dengan SE tersebut penyaluran bansos harus berbasis DTKS ditambah dengan data di lapangan apabila masih ada warga yang berhak, namun belum tertera di DTKS. Sebaliknya, jika terdapat warga yang tercantum di DTKS sudah tidak layak menerima bantuan seharusnya dikeluarkan dari DTKS.

“Apa maknanya, data menjadi penting dalam hal pendistribusian bansos tersebut,” kata Firli dalam konferensi pers melalui kanal Youtube KPK, Jumat (29/5), seperti dilansir Liputan6.com.

Dia menegaskan, akurasi data penerima bansos penting lantaran anggaran yang digelontorkan untuk bantuan sosial baik dari APBN maupun APBD jumlahnya sangat besar. Berdasarkan monitoring yang dilakukan KPK, terdapat sedikitnya 8.978.580 kepala keluarga yang menjadi sasaran untuk menerima bansos yang tersebar di berbagai provinsi.

“Kita sepakat bahwa bansos harus sampai ke tangan yang menerima dan kita memberikan perhatian khusus untuk itu. Sebagaimana SE tersebut bahwa kita sama-sama ingin menjamin bansos tepat sasaran, tepat guna, dan tidak ada penyimpangan,” kata dia.

Firli mengatakan, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan peran seluruh pihak mulai kementerian/lembaga negara, lembaga sosial masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala desa, lurah, bupati, camat, gubernur dan lainnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Facebook Mulai Soroti Akun yang Sebar Konten Viral

Sab Mei 30 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Facebook ingin memastikan konten yang dilihat penggunanya adalah asli dan berasal dari orang sungguhan, bukan bot atau orang lain yang berusaha menyembunyikan identitas mereka. Pada 2018, Facebook mengklaim mulai memverifikasi identitas orang yang mengelola halaman dengan audiens besar, dan sekarang perusahaan memperluas verifikasi ID ke beberapa profil dengan audiens besar […]