VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Dua hari menjelang masa tenang, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Kabupaten Bandung gelar Deklarasi dukungan, dan langsung intruksikan ratusan Pengurus Cabang (PC) kesetiap desa melalui Majelis Taklim, untuk memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor urut 2 Dadang Supriatna dan Ali Syakieb pada Pilkada 27 November 2024.
Pjs DPD LDII Kab Bandung Arif Nurul Iman mengungkapkan, setelah wafatnya Tokoh Besar Dr. Agus, kini kepengurusan dipercayakan kepada dirinya. Pada kesempatan itu yang hadir bersilaturahmi para Ketua PC LDII se – Kabupaten Bandung.
“Dan, merupakan suatu kehormatan, kebahagiaan bagi kami hadirnya Calon Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna,” ucap Arif di Sekretariat DPD LDII Kabupaten Bandung, Menggalang Baleendah, Jumat (22/11/2024).
Ia pun seraya mengucapkan selamat datang kepada Cabup Petahana Dadang Supriatna. Arif mengatakan, bahwa LDII menjalin hubungan baik dengan Ormas Islam lain.
Disinggung soal susunan kepengurusan Arif melaporkan sudah lengkap, terbentuk di 31 Kecamatan, sudah ada pimpinan cabang tiap desa dan majlis taklim yang tersebar di Kabupaten Bandung.
Arif meminta kepada seluruh jajaran pengurus dari tingkat DPD sampai PC setiap desa agar turut serta memenangkan paslon Nomor 2 Dadang Supriatna dan Ali Syakieb pada 27 November yang tinggal menghitung hari.
“Dan, kita intruksikan seluruh jajaran untuk memenangkan nomor 2, karena ada histori calon bupati dengan tokoh LDII di sini, jadi apa yang sudah ditempuh bersama mari kita perkuat, pertahankan, kita mendoakan agar pasangan Dadang Ali Syakieb diberikan kemenangan oleh allah SWT,” harapnya.
Di tempat yang sama dalam sambutannya Cabup Petahana Dadang Supriatna, mengatakan, bangga dengan LDII karena mampu mencetak anak bangsa, melahirkan para pendakwah untuk melakukan syiar Islam.
“Terlebih saya ada chemistry dengan almarhum tokoh besar Dr. Agus dari awal membersamai saya saat memimpin Kabupaten Bandung. Beliau wafat merasa sangat kehilangan dengan sosok pigur panutan mari kita doakan semoga almarhum di tempatkan di surga Allah dalam keadaan husnul khatimah,” ucap Dadang dengan nada haru.
Disinggung Dadang soal banyaknya ijazah yang ditahan pihak sekolah, bahwa sudah 3500 ijazah diberikan secara gratis kepada anak yang lulus terhambat biaya.
“Ini harus kita bantu, kita harus andil bagian, kita berikan solusi melalui negosiasi. Kita sudah 5 kecamatan berjalan tuntaskan masalah ijazah,” kata Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.
Kang DS mengucapkan, hanya dua (2) cita-cita dirinya jadi Bupati yakni memuliakan ulama, dan ingin masuk surga. “Memuliakan ulama melalui adanya kebijakan insentif guru ngaji, mengajak masuk surga yaitu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, sebagai pemimpin harus mendoakan masyarakatnya ke hal yang baik terlebih ini di hari berkah Jumat berkah,” ucapnya
“Saya ucapkan terimakasih kepada LDII Kabupaten Bandung, dari awal saya mencalonkan sudah berkomitmen baik, saling dukung, kolaborasi lembaga dengan pemerintah saling membutuhkan,” imbuh Kang DS.
Ia menyebutkan komitmen sebelumnya dengan (alm) Dr. Agus dan sekarang dipegang pejabat sementara oleh Arif Nurul Iman.
“Padahal sudah saja tetapkan, namun siapapun yang jadi ketua depinitif, saya menyarankan organisasi apapun harus berjalan, membangun komunikasi dengan baik dan bersinergi dengan pemerintah,” ujarnya.
Kang DS menambahkan, hingga kini masih dapat dirasakan keluarga LDII solid, apalagi setelah melihat debat kedua, dimana ia bercita-cita ingin memberantas bank emok tapi pihak sebelah malah mau mempertahankan.
“Bank emok ini sudah masuk katageri penyakit masyarakat, saya pandang banyak sisi mudorotnya yang dilaporkan oleh masyarakat, tidak perlu dibahas panjang lebar yang jelas mudorot. Oleh karenanya, saya mengeluarkan kebijakan adanya pinjaman dana bergulir tanpa anggunan tanpa bunga,” tandasnya.
“Saya enggak setuju ada bank emok, kita berikan solusi, kita tingkatkan kedepan Rp 100 miliar pinjaman modal tanpa anggunan tanpa jaminan, termasuk pinjaman online (pinjol) kita akan basmi,” ucapnya lantang dan tegas, di soraki audien setuju. @kos