Search
Close this search box.

Lebih Cerdas Bermedsos, Sebanyak 30-60% Masyarakat Indonesia Terpapar Hoaks

Anggota DPRD Jabar Haji Kusnadi. /visi.news/eko aripyanto

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Sebanyak 30 hingga 60 persen masyarakat di Indonesia terpapar hoaks saat mengakses dan berkomunikasi di dunia maya termasuk di Jawa Barat (Jabar), terlebih terkait dengan informasi seputar virus Covid-19 varian Omicron semakin gencar.

Oleh karena itu, Anggota DPRD Jabar Haji Kusnadi menyarankan agar masyarakat cerdas guna memilih informasi di media sosial (Medsos) sehingga tidak terpapar pemberitaan hoaks yang dapat merugikan pengetahuan.

“Hal ini patut menjadi perhatian bersama agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang keliru, untuk itu disarankan cerdas dalam memilah informasi khusunya kaitan dengan persebaran Covid-19 varian Omicron,” katanya kepada VISI.NEWS, Senin (13/12/2021).

Kusnadi mengungkapkan, akhir-akhir ini banyak ditemukan isu hoaks sepurar Covid-19 beredar liar di medsos dalam kurun sepekan terakhir, dan harus ditangkal bersama, misal, awal desember diketahui tersebar hoaks sebuah gambar tangkapan layar pada situs WHO memperlihatkan bahwa varian Omicron.

“Masih di bulan desember beredar hoaks melalui sebuah video di medsos yang mengklaim bahwa penyintas Covid-19 tidak perlu divaksin karena memiliki kekebalan natural, berikutnya diwaktu yang sama, beredar disinformasi di medsos sebuah poster film berjudul The Omicron,” ungkapnya.

Selain itu, juga beredar disinformasi postingan di medsos yang membagikan daftar dugaan gejala virus Corona varian Omicron dan menyiratkan bahwa gejala tersebut sebenarnya merupakan komplikasi dari vaksin Covid-19, serta neredar hoaks di medsos tetkait varian baru Omicron telah dijadwalkan oleh WHO melalui tabel abjad Omicron dengan keterangan bulan Mei 2022.

“Masih banyak informasi hoaks yang beredar di medsos sepanjang desember, untuk itu masyarakat diminta waspada, berhati-hati dan bijak dalam bermedsos, temuan-temuan informasi hoaks ini ditemukan oleh Kementerian Informasi dan Komunikasi diberbagai jejaring sosial,” pungkasnya.@eko

Baca Berita Menarik Lainnya :