Memanas dengan Shin Tae-yong, Indra Sjafri: Ini Juga soal Harga Diri Bangsa

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri (tengah) memberikan arahan saat memimpin latihan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Senin (9/12/2019)./antara/sigid kurniawan.
Jangan Lupa Bagikan

– “Pembohong namanya kalau ada seorang pelatih bisa menjamin juara dalam sepak bola,” tegas Indra soal Shin Tae-yong.

VISI.NEWS – Hubungan antara Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri dengan manajer pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, belakangan kian memanas. Indra Sjafri bahkan tegas menyebutkan Shin Tae-yong berbohong.

Panasnya hubungan keduanya muncul setelah Shin Tae-yong buka-bukaan kepada media asal Korea Selatan, Naver Sport. Kepada media negerinya itu, juru taktik asal Korea Selatan tersebut mengaku kecewa dengan kebijakan PSSI dalam menjalankan program kepelatihan.

Banyak hal yang diceritakan oleh Shin kepada media tersebut. Di antaranya adalah soal kebijakan PSSI yang berubah-ubah.

Lalu, ada permasalahan lain yang juga disinggung Shin, yaitu pemilihan pelatih lokal untuk mendampinginya selama melatih. Padahal pada perjanjian awal menurut Shin Tae-yong, pelatih lokal itu tidak ada dalam struktur kepelatihan Timnas Indonesia U-19.

Masih menurut Shin, sang pelatih lokal tersebut pun kemudian melakukan indisipliner karena meninggalkan pemusatan latihan (TC) tanpa izin kepadanya. Sampai akhirnya pelatih tersebut dikeluarkan dari staf kepelatihan, namun kini sang pelatih lokal dimaksud justru menjadi atasannya.

Meski Shin tidak menyebutkan nama dalam keterangannya kepada media Korsel itu, sosok pelatih lokal yang dimaksud mengarah kepada Indra Sjafri. Belakangan demi menanggapi hal ini, Indra Sjafri pun membantah keras pernyataan Shin Tae-yong.

Indra mengaku saat berada di jajaran kepelatihan, dia selalu mendampingi Shin di mana pun berada. Bahkan saat meninggalkan TC pun, dia mengaku sudah izin kepada dua staf pelatih tim nasional lainnya, untuk menghadiri acara pernikahan anak pelatih Rahmad Darmawan.

“Jadi tidak benar kalau saya dikatakan tidak mendampingi dirinya sejak awal perkenalan di Hotel Mulia, lalu disebut mangkir, dan juga tidak pernah meminta maaf. Bohong semua itu,” kata Indra Sjafri, seperti dilansir Suara.com dari laman PSSI.

Menurut Indra pula, dia sempat mencoba meminta maaf kepada Shin terkait hal itu, namun tidak digubris. Indra Sjafri malah semakin heran ketika pada 21 Februari 2020 timnas Indonesia kalah 1-4 dalam uji coba melawan Persita Tangerang di Stadion Madya, Jakarta, Shin Tae-yong malah menyalahkan dirinya.

Shin Tae-yong juga mengaku bahwa para pemain timnas Indonesia bukanlah pilihannya, tapi pilihan dari Indra Sjafri.

“Bagaimana mungkin saya dibilang menjadi penentu pemilihan pemain, sementara saat rapat penentuan pemain saya sudah diusir keluar?” kata Indra Sjafri memberi tanggapan.

“Saya sampaikan bahwa 100 persen saya mendukung pekerjaannya di PSSI, termasuk mengusulkan agar pemain mendapatkan tambahan nutrisi dan vitamin saat program virtual training. Tapi tiba-tiba dia membuat berita yang tidak perlu dan banyak bohongnya,” ungkap Indra lagi.

“Kita harus tegaskan bagaimana duduk perkara sebenarnya, agar publik tahu (secara) lengkap dan tidak sepotong-potong. Ini juga soal harga diri bangsa kita, diperlakukan seperti ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Indra Sjafri mengklaim bahwa sejak awal sebenarnya PSSI tak setuju mantan pelatih timnas Korsel itu melatih tiga level timnas Indonesia sekaligus yaitu Timnas Senior, U-23, dan Timnas U-19. Namun Shin Tae-yong memaksakan hal tersebut, dan akhirnya PSSI menyanggupinya.

“Sementara kandidat lain, Luis Milla, tidak bisa menjamin hal itu. Pembohong namanya kalau ada seorang pelatih bisa menjamin juara dalam sepak bola,” tegas Indra.

“Dia ini sebenarnya banyak alasan saja, karena tak yakin bisa memenuhi target berat yang dibebankan federasi kita. PSSI ingin Timnas Senior juara Piala AFF 2020, memperbaiki peringkat FIFA, serta Timnas U-19 berprestasi di Piala Dunia U-20 2021,” pungkas Indra Sjafri. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Satgas Citarum Harum Hijaukan Kawasan Mataair Situs Cikahuripan

Ming Jun 21 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Jajaran TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Subpos Desa Sukamantri turut berpartisipasi dan membantu para petani dalam gerakan penghijauan di kawasan mataair Situs Cikahuripan, Kampung Walahir, Desa Loa, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Sabtu (20/6). Gerakan penghijauan di kawasan itu dalam rangka melestarikan sumber […]