Search
Close this search box.

Mengenal Samawa, Program Pemerintah Kecamatan Cibadak sebagai Ruang Dialog dengan Warga

Pelaksanaan program Selasa Menyapa Warga (Samawa) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi./visi.news/Andri.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUKABUMI – Pemerintah Kecamatan Cibadak menghadirkan program Selasa Menyapa Warga (Samawa) sebagai ruang dialog sekaligus menyerap aspirasi, keluhan, dan kebutuhan masyarakat di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Program ini digagas oleh Camat Cibadak, Mulyadi dan sudah 2 tahun berjalan.

Menurut Mulyadi, sesuai dengan namanya, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Selasa dengan titik pelaksanaan setiap minggunya berbeda-beda. Di dalam pelaksanaanya, pemerintah dapat mensosialisasikan beragam hal sekaligus mengetahui kondisi masyarakatnya. Sebaliknya, warga juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun masukan secara langsung tanpa ada perasaan canggung.

“Sebenarnya itu adalah program silaturahmi aparatur pemerintahan dengan masyarakat di Kecamatan Cibadak. Kenapa kami memakai nama Samawa, kan kalau Samawa dari konteks KAU sering disebut Sakinah Mawadah Warohmah, jadi keluarga yang damai yang tentram yang disadari cinta dan kasih sayang. Sehingga masyarakat itu tidak merasa canggung atau malu untuk menyampaikan aspirasinya melalui jalur pemerintah,” ujar Mulyadi.

Program ini melibatkan setiap UPTD yang ada di wilayah Kecamatan Cibadak, kemudian Polsek, koramil termasuk Sentra Phala Martha yang turut serta memberikan pelayanan. Dengan kehadiran UPTD, ketika ada aspirasi yang terkait pelayanan maka dapat secara langsung terjawab atau ada tindakan.

“Seperti apa kegiatannya, itu ada penyuluhan dari kecamatan, Polsek, Koramil, UPTD yang ada di Kecamatan Cibadak, kemudian ada pelayanan kesehatan gratis, ada pelayanan dari Sentra Phalamartha memberikan pelayanan penyuluhan dan layanan terapi gratis,” ujarnya.

Mulyadi menuturkan sebelum dilaksanakan Samawa, akan didahului oleh assesment ke titik pelaksanaan. Assesment dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat dan bentuk pelayanan apa yang dibutuhkan.
Adapun aspirasi yang diserap tergantung dari daerah. Misal di Desa Neglasari yang disampaikan masyarakat terkait jalan, kemudian sarana prasarana sekolah. Kalau di wilayah perkotaan aspirasinya tentang permodalan usaha sampai bansos.

Baca Juga :  Guncangan Kampus ITB, Lagu Erika Viral Picu Kontroversi Publik

“Selama pelaksanaan program ini, saya merasa bersyukur karena bisa bersilaturahmi dan memotret masyarakat lebih dekat bukan kata-katanya, karena langsung ke masyarakat tingkat RT dan ke-RW-an. Samawa ini program yang tidak memberatkan karena fleksibel, misal tempat di mana pun jadi di teras rumah boleh di masjid boleh,” pungkasnya. @andri

Baca Berita Menarik Lainnya :